Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. MI/Adam.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. MI/Adam.

Bappenas Belajar Cara Pemindahan Ibu Kota dari Negara Lain

Ekonomi pemindahan ibukota bappenas
Antara • 01 Agustus 2019 18:03
Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengambil pelajaran dari pemindahan ibu kota yang dilakukan oleh negara-negara lain.
 
"Beberapa negara lain telah melakukannya (pemindahan ibu kota), 'kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan negara lain," kata Bambang dalam dialog nasional kajian pemindahan ibukota negara ke-3 di Gedung Bappenas dikutip dari Antara, Kamis, 1 Agustus 2019.
 
Dalam paparannya, Bambang memberikan beberapa contoh negara yang telah memindahkan ibu kotanya, yakni Sejong (Korea Selatan), Brasilia (Brasil), Putrajaya (Malaysia), dan Canberra (Australia).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masing-masing ibu kota yang disebutkan oleh Bambang, memiliki plus-minus masing-masing. Seperti zona yang terlalu jauh pada beberapa tempat di Brasilia yang kemudian membuat kota tersebut bergantung kepada kendaraan pribadi, atau hal positif seperti dibangunnya Australia National University di Canberra.
 
Sisi lain yang juga menjadi perhatian Bambang adalah pengerjaan pembangunan ibu kota baru. Bambang ingin menghindari pembangunan yang memakan waktu terlalu lama seperti di Sejong (25 tahun) dan Canberra (26 tahun).
 
Ia juga memaparkan visi bagi ibukota negara yang baru yakni simbol identitas bangsa, smart, green, dan beautiful, modern dan berstandar internasional, serta tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.
 
Dalam kesempatan itu, Bambang menegaskan bahwa istilah yang lebih tepat perihal ibu kota adalah membangun pusat pemerintahan yang baru.
 
"Jadi yang tepat adalah kita mau membangun pusat pemerintahan yang baru. Nantinya pusat pemerintahan itu akan menjadi ibu kota," tuturnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif