Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Sudah Diprediksi Pengusaha

Ekonomi dunia usaha pilpres 2019
Annisa ayu artanti • 23 Mei 2019 14:58
Jakarta: Kemenangan pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sudah diprediksi oleh pengusaha.
 
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengakui hampir semua pengusaha mendukung pasangan presiden petahana tersebut. Hal itu dilakukan pengusaha untuk memberikan kepastian dunia usaha untuk lima tahun ke depan.
 
"Kita sudah prediksikan dari awal bahwa Pak Jokowi memenangkan pilpres ini sangat besar karena capaian yang dihasilkan selama lima tahun kemarin," kata Hariyadi kepada Medcom.id, Kamis, 23 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hariyadi menuturkan, bila bukan Jokowi yang menjadi presiden pada ajang pilpres kali ini, dunia usaha akan mengalami kemunduran. Sebab, perlu waktu untuk transisi dan adaptasi dengan pemerintahan serta kebijakan-kebijakan baru.
 
"Karena kita melihat kalau tidak dilanjutkan itu (pemerintahan Jokowi) untuk kita (dunia usaha) kemundurannya juga banyak," ucap dia.
 
Beberapa di antara kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi periode pertama yang dinilai menguntungkan dunia usaha adalah Pembentukan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan perizinan usaha. PTSP mempermudah proses investasi tertutama perizinan.
 
Lalu, kebijakan ekonomi jilid I sampai VII yang berisi deregulasi ratusan kebijakan pemerintah berbagasi sektor industri dan lintas sektor. Kemudian kebijakan tentang pengupahan. Pemerintah menerbitkan aturan yang berisi formulasi penghitungan upah minimum berdasarkan faktor pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
 
Selain itu, reformasi struktural yaitu pemangkasan subsidi Bahan Bakar Minyak yang kemudian dialihkan kepada aktivitas produktif. Serta kebijakan perekonomian internasional, seperti kebijakan perdagangan internasional Comprehensive Economic Partenrship Agreement (CEPA), Indonesia dengan European Union.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif