Inovatif dan Produktif Angkat Performa Pupuk Indonesia

Husen Miftahudin 03 Desember 2018 10:06 WIB
pupuk indonesia
Inovatif dan Produktif Angkat Performa Pupuk Indonesia
Ilustrasi Pupuk Indonesia. (FOTO: MI/Safir)
Jakarta: Pupuk Indonesia Grup meraih 44 Penghargaan Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) XXII dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2018. Pemberian penghargaan dilaksanakan pada 27-30 November 2018 di Harmoni One Hotel and Convention, Batam, Kepulauan Riau.

"Perolehan penghargaan ini wujud dari keseriusan kami untuk memperkuat budaya mutu dan daya saing melalui pengembangan inovasi dan produktivitas," kata Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Ajang yang diselenggarakan Wahana Kendali Mutu (WKM) dan Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) ini didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan total peserta TKMPN XXII dan IQPC 2018 mencapai 2.050 orang dan terbagi dalam 466 gugus dari ratusan perusahaan berskala nasional dan internasional, insan pendidikan, kesehatan, hingga birokrasi, yang tersebar pada 14 stream.

"Penghargaan ini atas kerja keras dan loyalitas perusahaan melalui ide kreatif dan inovasi untuk kemajuan perusahaan. Prestasi ini juga akan memberikan motivasi pada karyawan untuk selalu berinovasi dalam mengatasi tantangan di perusahaan masing-masing," tutup Wijaya.

Adapun penghargaan-penghargaan yang berhasil disabet Pupuk Indonesia Grup, yakni:
1. PT Petrokimia Gresik: 10 platinum dan lima gold.
2. PT Pupuk Kujang: satu diamond, empat platinum, dan dua Most Favorite.
3. PT Pupuk Kaltim: satu diamond, tujuh platinum, tiga gold, dua Best Performance, dan Juara 2 Quiz Mutu.
4. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang: tiga platinum dan lima gold.

Sejak 2015 hingga Oktober 2018, total penjualan ekspor produk pupuk dan amoniak PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai sebanyak 6,67 juta ton dengan nilai penjualan produk hingga USD985 juta. Sementara dari awal tahun hingga Oktober 2018, Pupuk Indonesia sudah menyumbang Rp6,31 triliun dari ekspor produk pupuk maupun nonpupuk.

Penjualan terbesar produk Pupuk Indonesia didominasi negara-Negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Jepang, India, Thailand, Taiwan, Malaysia dan Tiongkok. Selain itu, Australia, Kosta Rica, Yordania, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan masih menjadi tujuan ekspor dengan permintaan yang cukup besar untuk produk urea, NPK, dan amoniak.

Selama empat tahun terakhir, Pupuk Indonesia telah memenuhi kebutuhan pupuk untuk sektor subsidi sebanyak 34,77 juta ton. Penyaluran pupuk subsidi terdiri dari 15,09 juta ton urea, 3,25 juta ton SP36, 3,76 juta ton ZA, 9,91 juta ton NPK, dan 2,74 juta ton organik. Pada 2018, Pupuk Indonesia menargetkan penyaluran pupuk subsidi mencapai 9,46 juta ton.

Tidak hanya penyaluran pupuk ke sektor subsidi, penjualan pupuk non subsidi dalam negeri pun terus mengalami peningkatan dari 2015 hingga 2018. Selama empat tahun terakhir penjualan produk pupuk dalam negeri sebesar 7,34 juta ton dan amoniak sebanyak 1,04 juta ton.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id