Pinjaman Online

Asosiasi Fintech akan Sertifikasi Para Penagih Utang

Desi Angriani 10 November 2018 10:10 WIB
fintech
Asosiasi Fintech akan Sertifikasi Para Penagih Utang
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Jakarta: Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) tengah menggodok sertifikasi bagi penagih utang di layanan pinjam peminjam online. Hal itu guna mengantisipasi perlakuan tidak menyenangkan terhadap nasabah.

"Untuk sertifikasi penagih utang sedang diformulasi,” ungkap Wakil Ketua Aftech Sunu Widyatmoko kepada Medcom.id, di Jakarta, Sabtu, 10 November 2018.

Nantinya, para penagih utang yang masuk dalam fintech ilegal bakal diwajibkan memiliki sertifikat. Dengan begitu, model penagihan utang akan merujuk pada ketentuan dan standard operating procedure (SOP) yang sama.

"Tujuannya agar tak ada lagi konsumen yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan," imbuh dia.

Meski belum ada laporan terkait pengaduan dari fintech yang berstatus legal. Pihaknya terus berupaya memberikan jaminan perlindungan kepada konsumen peminjaman online.

Untuk bunga kredit, Aftech berkomitmen memberikan ketentuan penagihan maksimum satu kali principle. Bahkan, jika ada yang menunggak bunga, maka penalti dan biaya admnistrasi si peminjam tetap dikenakan sebanyak satu kali dari principle.

"Ketentuan penagihan utang maksimum satu kali principle. Sampai saat ini belum ada anggota kami yang terbukti dilaporkan, setiap anggota harus mematuhi kode conduct dan kode etik. Apabila mereka melanggar, mereka akan ditindaklanjuti melalui komite etik," tuturnya.

Berdasarkan data LBH Jakarta, jumlah korban pinjaman online pada 2018 naik drastis menjadi 120 orang dari sebanyak 10 orang pada 2016. Bahkan, rangkuman kasus pinjaman online yang dirilis LBH Jakarta sempat viral di media sosial. Di antaranya, seorang peminjam berinisial D terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya karena malu. Sebab pihak "VL" menagih pinjamannya kepada rekan sekantor.

Kemudian, seorang peminjam berinisial L melakukan upaya bunuh diri dengan meminum minyak tanah lantaran terlilit bunga pinjaman yang begitu besar. Berbeda dengan nasabah berinisial FY, ia diminta menari telanjang di rel kereta agar pinjamannya bisa lunas. Lebih parahnya, seorang peminjam A, diancam akan dibunuh oleh pihak DR karena belum bisa melunasi pinjaman.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id