Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit USD1,82 Miliar
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (kiri). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Defisit dipicu oleh impor yang meningkat 20,60 persen atau sebesar USD17,62 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan impor menyebabkan defisit di sektor migas sebesar USD1,43 miliar dan sektor nonmigas USD0,39 miliar.

"Berasal dari defisit migas USD1,4 miliar dan defisit nonmigas USD0,93 miliar," katanya dalam sebuah jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Suhariyanto memaparkan jika diakumulasikan, neraca perdagangan dari Januari hingga Oktober juga mengalami defisit cukup dalam sebesar USD5,51 miliar. Penyebab defisit terbesar berasal defisit migas USD10,7 miliar meski sektor nonmigas masih mengalami surplus sebesar USD4,2 miliar.

"Banyak kendala yang dihadapi, tapi saya yakin ke depan akan menjadi lebih baik," imbuh dia.

Namun demikian, Indonesia mengalami tiga kali surplus di sepanjang 2018. Terakhir pada September lalu sebesar USD310 juta. Jika dibandingkan India, Indonesia mengalami surplus meski sedikit menurun dibandingkan 2017.

Sementara itu, Tiongkok menjadi penyumbang impor terbesar USD8,63 juta atau 30,85 persen atau mengalami defisit terdalam sebesar USD15,9 miliar.

"Amerika Serikat (AS) surplus USD7,1 miliar, Belanda surplus USD2,26 miliar. Defisit terdalam dengan Tiongkok sebsear USD15,9 miliar," tuturnya.

Ia berharap pemerintah kembali menelurkan kebijakan yang mampu menekan angka defisit neraca perdagangan. Khususnya kebijakan yang lebih menyentuh neraca jasa.

"Bagaimana cara kita menurunkan ini dengan berbagai kebijakan, memang sudah ada kebijakan tapi dibikin lagi," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id