Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Potensi Kelapa Sawit Riau untuk Energi Baru dan Terbarukan

Ekonomi cpo
Ilham wibowo • 19 Maret 2019 16:16
Pekanbaru: Seluruh potensi kelapa sawit di Provinsi Riau kini bisa dimaksimalkan untuk pemenuhan energi alternatif bahan bakar kendaraan. Peningkatan itu sejalan dengan sinergi yang dilakukan tiga perusahaan Kementerian BUMN.
 
Perusahaan tersebut yakni Pertamina (Persero), Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dan PTPN III. Ketiganya menandatangani nota kesepahaman terkait kerja sama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan Bio Ethanol dalam rangka pengembangan energi baru dan terbarukan.
 
Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama RNI B Didik Prasetyo dan Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan. Prosesi juga disaksikan Manteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Provinsi Riau Samsuar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden Joko Widodo selalu ingatkan memanfaatkan energi baru terbarukan. Salah satu yang kita manfaatkan adalah kelapa sawit untuk pemakaian energi, di Riau jumlahnya sangat besar," kata Rini dalam sambutannya, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan kesepakatan ini dilakukan untuk menjajaki rencana kerja sama pasokan bahan baku nabati dari RNI dan PTPN III yang memanfaatkan kebun kelapa sawit milik RNI dan PTPN III. Selain itu kebun kelapa sawit milik petani setempat juga bakal dilibatkan.
 
"Hasil pengolahan kelapa sawit tersebut akan dimanfaatkan oleh Pertamina untuk diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar nabati," ujarnya.
 
Program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan produk CPO sehingga dapat membantu menstabilkan harga TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat petani. Selaras dengan hal tersebut PTPN juga mendorong percepatan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma sehingga dapat menjamin pasokan bahan baku bagi pengembangan bahan bakat nabati ini.
 
"Program ini merupakan bukti kehadiran BUMN bagi sawit rakyat," ungkapnya.
 
Sementara itu, bagi RNI sinergi ini merupakan bagian dari upaya untuk melakukan hilirisasi produk CPO dari kebun kelapa sawit yang dikelola oleh anak perusahaan RNI Group, yaitu PT Perkebunan Mitra Ogan dan PT Laras Astra Kartika. Selain itu juga sebagai upaya untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan peningkatan produktivitas produk turunan kelapa sawit, baik dalam lingkup RNI Group maupun secara nasional.
 
Selain CPO, RNI melalui anak perusahaan yang bergerak di industri gula, yaitu PT PG Rajawali I dan PTPN Group melalui PT Enero akan memasok molases untuk diolah bersama Pertamina menjadi Bioethanol Fuel Grade dengan kapasitas 60 ribu kl per tahun. Molases sendiri merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari proses pengolahan tebu, pemanfaatannya untuk diolah sebagai energi baru dan terbarukan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan.
 
“Ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN untuk menunjukkan komitmen kami menyediakan energi dari sumberdaya dalam negeri yang baru dan terbarukan sehingga menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah yang menetapkan target energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025,” pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif