Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

KKP Percepat Penyelesaian Gudang Perikanan di Gorontalo

Ekonomi perikanan kelautan dan perikanan
Husen Miftahudin • 17 Oktober 2018 15:43
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar menyelesaikan gudang-gudang perikanan, terutama di daerah lumbung perikanan seperti Gorontalo. Hal ini agar sektor perikanan bisa digarap secara maksimal sehingga mampu menyumbang besar terhadap ekonomi nasional.
 
"Pelan-pelan kami selesaikan kebutuhan cold storage, sambil jalan kita semua coba selesaikan untuk masalah logistik. Sehingga ekspor sektor kelautan dan perikanan bisa terus kita tingkatkan," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Efendi Hardijanto dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.
 
Mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional, program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) diyakini mempu meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan dari hulu hingga ke hilir. Selain itu, tambah Rifky, SLIN juga dinilai mampu mengendalikan disparitas dan stabilisasi harga, serta memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan hanya gudang saja, nanti juga logistik kita selesaikan. Makanya kami ajak seluruh stakeholder ataupun instansi, kementerian, ataupun lembaga lain untuk sama-sama memajukan sektor kelautan dan perikanan," tegasnya.
 
Adapun nilai ekspor perikanan nasional pada 2017 sebanyak USD4,51 juta. Di tahun yang sama, neraca perdagangan produk perikanan surplus USD4,04 juta.
 
"Realisasi volume ekspor sebesar 702 ribu ton, meningkat 7,04 persen dibandingkan dengan realisasi pada Agustus 2017," ungkap Rifky.
 
Sementara, untuk angka konsumsi ikan nasional pada 2016 mencapai 43,94 kilogram (kg) per kapita atau meningkat 6,74 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 41,11 kg per kapita. Pada 2017, angka konsumsi ikan secara domestik kembali tumbuh menjadi 47,34 kg per kapita.
 
"Untuk 2018 dan 2019 target masing-masing konsumsi ikan sebanyak 50,65 kg per kapita dan 54,49 kg per kapita. Jadi bukan hanya orientasi ekspor, kebutuhan untuk domestik juga ikut meningkat. Itu karena masyarakat sadar akan pentingnya makan ikan buat kesehatan," ucapnya.
 
Pada 2015-2017, Ditjen PDSPKP telah memberikan bantuan kepada Gorontalo senilai Rp54,9 miliar. Bantuan tersebut untuk satu unit gudang beku terintegrasi, empat unit kendaraan berpendingin, 25 unit chest freezer, 13 unit ice flake machine, empat unit cold storage, satu unit Pasar Ikan Bersih. Sedangkan pada 2018, Ditjen PDSPKP memberikan kendaraan berpendingin dan chest freezer.
 
"Mudah-mudahan dengan adanya penambahan bantuan gudang berkapastitas 200 ton ini bisa bermanfaat dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya," tutup Rifky.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif