Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Asosiasi: 99 Fintech Lending Sudah Peroleh Izin

Ekonomi fintech
Desi Angriani • 23 April 2019 19:22
Jakarta: Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat sebanyak 99 penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech) peer-to-peer lending sudah terdaftar dan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Angka ini naik dari total penyelenggara lending sebelumnya sebanyak 88 perusahaan. Terdapat penambahan sebelas penyelenggara, yaitu AdaKita, UKU, Pinjamwinwin, Pasarpinjam, Kredinesia, BKDana, GandengTangan.org, Modalantara, Komunal, ProsperiTree, dan Danakoo.
 
Ketua Umum Aftech Niki Santo Luhur mengatakan 133 perusahaan fintech yang sudah memiliki izin atau tercatat di OJK merupakan anggota Aftech. Jumlah tersebut terdiri dari 99 fintech lending dan 34 Inovasi Keuangan Digital (IKD).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"99 perusahaan P2P lending sudah mengantongi izin OJK. Seratus persen fintech yang mengantongi izin OJK ini merupakan anggota Aftech," ujar Niki dalam kelas editor banking di Commonwealth Bank, WYC 6, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Namun demikian jumlah yang terdaftar masih sedikit jika dibandingkan total perusahaan yang mencapai 234 fintech. Hingga kini, katanya, hanya fintech lending yang telah melalui framework menjadi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
 
"Format hubungan tersebut akan menjadi rujukan untuk vertikal fintech lainnya," imbuh dia.
 
Sementara itu, total penyaluran pinjaman dari fintech payment maupun P2P lending mencapai Rp25,92 triliun pada Januari 2019. Jumlah ini meningkat 14,36 persen secara year to date (ytd) dengan aktivitas transaksi mencapai 17 juta kali.
 
Adapun pertumbuhan jumlah rekening pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower) juga tumbuh signifikan dari 28,91 persen (ytd) menjadi 267.496 entitas. Untuk rekening peminjam tercatat mencapai 5.160.120 entitas atau naik 18,37 persen.
 
"Jumlah pemberi pinjaman sebanyak 267,496 di mana 77 persen pemberi pinjaman berada di Jawa, dan 23 persen dari luar Jawa," tambah dia.
 
Niki menambahkan misi dari dibentuknya Aftech ialah mendukung target 75 persen inklusi keuangan pada 2019. Asosiasi ini mengikuti tiga indikator utama inklusi keuangan yakni, mengakses, pemakaian, dan kualitas.
 
"Kita memiliki landasan advokasi kebijakan, komunitas kolaborasi, keaksaraan dan pendidikan, pengetahuan dan intelligence," pungkasnya.
 
Sekadar informasi,berdasarkan catatan OJK, sampai dengan 8 April 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 106 perusahaan.
 
Terdapat penambahan tujuh penyelenggara fintech dalam daftar, yaitu Cairin, Batumbu, EmpatKali, Jembatan Emas, KlikUMKM, Kredible, dan Klik Kami.
 
OJK selalu mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaran fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif