Perdagangan dengan Tiongkok, Indonesia Defisit USD8,11 Miliar
Tiongkok (AFP/GREG BAKER).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia. Bukan hanya untuk kegiatan impor saja, nyatanya negara Tirai Bambu juga menjadi tujuan utama bagi ekspor produk-produk asal Indonesia ke luar negeri.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kerja sama Indonesia dengan Tiongkok masih membuat defisit bagi Indonesia. Pasalnya secara kumulatif impor ke Tiongkok mencapai USD18,36 miliar, sedangkan ekspor ke negara tersebut hanya USD10,25 miliar.

"Dengan demikian defisit terbesar dengan Tiongkok USD8,11 miliar," kata dia di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Dirinya menambahkan, ekspor ke Tiongkok selama Januari sampai dengan Mei 2018 adalah batu bara, lignit, dan besi/baja. Bahkan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dinilai tidak mengganggu ekspor Indonesia ke kedua negara tersebut.

"Jadi meski ada perang dagang AS-Tiongkok, ekspor kita terutama ke Tiongkok lumayan menggembirakan. Tapi 36 persen ekspor masih terpaku ke tiga negara AS, Tiongkok, dan Jepang. Maka diversifikasi pasar ekspor ke nontradisional mutlak ke depan," jelas dia.

Selain dengan Tiongkok, defisit perdagangan Indonesia juga terjadi dengan Thailand sebesar USD2,05 miliar naik dari periode sama tahun lalu sebesar USD1,57 miliar. Selain itu, dengan Australia defisit USD1,07 miliar meski lebih baik dari tahun lalu USD1,34 miliar.

Namun Indonesia masih mampu mencatat surplus dengan AS sebesar USD3,56 miliar meski lebih rendah dari periode sama tahun lalu USD4,01 miliar. Surplus juga terjadi dengan India sebesar USD3,32 miliar dan dengan Belanda yang mencatat surplus USD1,21 miliar.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id