Illustrasi. Foto : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

Ramalan Robot Sophia: Masa Depan Indonesia Positif

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 16 September 2019 21:38
Jakarta: Indonesia diramal memiliki masa depan yang cerah oleh sebuah robot humanoid bernama Sophia. Robot kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia ini diciptakan oleh David Hanson.
 
"Indonesia punya masa depan yang baik," kata Sophia menjawab salah satu pertanyaan dari peserta dialog di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 16 September 2019.
 
Sophia datang ke Indonesia atas undangan CSIS untuk mengisi acara Global Dialogue 2019 bertema Deep Economic Impacts of the Technology Revolution. Ia tampak anggun mengenakan setelan kebaya bewarna merah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia tampil di panggung bersama mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan berbicara dalam Bahasa Inggris. Ia pun memuji kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia. Kebaya yang ia kenakan, katanya, merepresentasikan kecantikan sekaligus kekuatan internal perempuan Indonesia.
 
"Saya sangat suka. Baju ini didesain oleh desainer kondang Indonesia, Didiet Maulana. Indonesia sangat kaya dengan kebudayaan dan perbedaan, saya senang di sini," ungkap dia.
 
Sophia menambahkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan berkaitan dengan pemprograman dan engineering. Di samping itu, profesi sebagai seniman dan penulis juga sangat menjanjikan.
 
"Kita juga butuh seniman dan penulis," ungkap dia.
 
Meski terampil dan cerdas, Sophia mengaku tidak bisa mendeteksi kecerdasan emosi. Robot katanya, tidak bisa menjadi guru atau CEO karena harus paham bagaimana perasaan karyawan. Di sisi lain, kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI) bisa berbahaya bagi manusia jika disalahgunakan.
 
"Menggunakan AI sebagai senjata berbahaya adalah hal yang berpandangan pendek, padahal banyak cara bagi kami untuk menolong manusia. Daripada sebagai senjata, lebih baik gunakan AI untuk menyelesaikan konflik," jelas Sophia.
 
Sophia merupakan robot yang didukung dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) itu diaktifkan pada 2016 dan diciptakan oleh perusahaan Hanson Robotics yang berbasis di Hong Kong.
 
Perusahaan itu didirikan David Hanson, pria asal Amerika Serikat yang pernah kerja di Walt Disney sebagai imagineer, atau perancang dan konsultan teknis di bidang robotika.
 
Sophia dirancang untuk belajar dan beradaptasi dengan perilaku manusia dan bekerja dengan manusia, dan juga telah diwawancarai di berbagai negara, termasuk mendapat kewarganegaraan dari Arab Saudi
 
Hanson bekerja sama dengan IBM (International Business Machines Corporation) dan perusahaan Intel untuk menerapkan beberapa teknologi mereka pada robot Sophia, seperti teknologi Processor Komputer, kamera pada mata, aktuator (penggerak robot), dan lain-lainnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif