Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Indonesia Bisa Naikkan Tarif Produk Susu Eropa

Ekonomi cpo ekspor-impor
Ilham wibowo • 15 Agustus 2019 05:54
Tangerang: Pemberlakuan bea masuk 8-18 persen biodiesel Indonesia ke Uni Eropa dipastikan bakal dibalas lantaran merugikan eksportir di Tanah Air. Nota keberatan rencananya bakal dilakukan di samping tindakan tegas yang nyata seperti kenaikan tarif produk dari Uni Eropa.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia bisa melakukan tindakan serupa terhadap produk bahan makanan yang terbuat dari hasil olahan susu asal negara Uni Europa. Besaran tarif bea masuk saat ini siap dilimpahkan ke meja pembahasan.
 
"Harus ada langkahnya, itu harus bisa dinyatakan dulu berapa nilainya, segera kami rapatkan," kata Enggar ditemui usai meresmikan acara Indonesia Great Sale di TangCity Mall, Tangerang, Rabu, 14 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencananya, dalam waktu dekat evaluasi kenaikan tarif ini juga bakal melibatkan para importir produk tersebut yang semula menyerap pasokan dari Uni Eropa. Enggar memastikan para importir tak perlu khawatir lantaran masih banyak sumber lain seperti dari negara di Benua Amerika.
 
"Saya sudah undang para importir dairy products, kemudian saya juga akan menyelenggarakan business matching dairy products yang sementara mereka pakai dari Uni Eropa untuk mengalihkan ke Amerika misalnya, atau ke negara-negara lain misalnya," paparnya.
 
Proses ini bakal berlangsung secara bertahap agar tak menimbulkan gejolak harga produk di Indonesia. Perhitungan akan dilakukan teliti terkait dampak negatif lain terutama produk yang mendesak dibutuhkan masyarakat.
 
"Nanti kami hitung anti-dumpingnya berapa, karena kami juga bisa melakukan hal yang serupa, tapi harus ada dasarnya," ujarnya.
 
Pemerintah Indonesia merespons keras tindakan Uni Eropa yang mulai hari ini memberlakukan bea masuk 8-18 persen terhadap eksportir biodiesel Tanah Air. Langkah balasan bakal segera dilakukan. Indonesia akan menyampaikan respons resmi untuk menyatakan keberatan.
 
Pemerintah Indonesia menganggap metode perhitungan rencana pengenaan bea masuk itu tidak memperhatikan fakta yang diperoleh selama penyelidikan.
 
"Yang pasti kami menyampaikan nota keberatan, dalam selisih waktu lima hari lagi," kata Enggar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif