Ilustrasi petani. Foto: dok MI.
Ilustrasi petani. Foto: dok MI.

Kesejahteraan Petani Jatim Turun

Ekonomi petani bps
Amaluddin • 06 Desember 2019 14:21
Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayahnya menurun. NTP Jatim selama November 2019 turun 0,70 persen dari 109,74 menjadi 108,97.
 
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo mengatakan NTP merupakan angka perbandingan antar Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) dan dinyatakan dalam persentase. Jika angka NTP lebih besar dari 100, maka kondisi petani sedang mengalami surplus.
 
"NTP adalah salah satu untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Semakin besar surplusnya, maka kesejahteraan petani juga meningkat," kata Satriyo, di Surabaya, Jumat, 6 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Satriyo, ada beberapa faktor penurunan NTP di Jatim. Salah satunya disebabkan musim kemarau panjang, mengakibatkan pertanian di Jatim gagal panen.
 
"Faktor lainnya, karena disebabkan indeks harga yang diterima petani (IT) mengalami penurunan. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (IB) mengalami kenaikan," ujarnya.
 
Pada November 2019, IT turun sebesar 0,19 persen, sedangkan IB naik sebesar 0,51 persen. Jika dibandingkan dengan November 2018, perkembangan NTP November 2019 naik 0,59 persen.
 
"Sedangkan NTP November 2019 dibandingkan Desember 2018 naik 0,33 persen. Pada November 2019, empat subsektor pertanian mengalami penurunan NTP. Sisanya mengalami kenaikan," katanya.
 
Subsektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,18 persen. Dari 98,27 menjadi 95,15. Diikuti sub sektor Perikanan sebesar 1,26 persen dari 116,13 menjadi 114,67, subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,55 persen dari 116,34 menjadi 115,70, dan subsektor Peternakan sebesar 0,52 persen dari 112,49 menjadi 111,90.
 
"Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 0,46 persen dari 102,21 menjadi 102,68," katanya.
 
Adapun dari lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada November 2019, empat provinsi mengalami penurunan NTP. Sedangkan satu provinsi mengalami kenaikan. Sementara penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jatim sebesar 0,70 persen, diikuti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 0,47 persen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebesar 0,29 persen, dan Provinsi Banten sebesar 0,25 persen.
 
"Lain halnya dengan NTP Provinsi Jawa Barat, yang mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen," kata Satriyo.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif