Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Sanksi jika P2P Langgar Bunga Pinjaman 0,8% per Hari

Ekonomi fintech
Nia Deviyana • 16 Mei 2019 19:45
Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menetapkan bunga yang boleh dipatok perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) Lending maksimal sebesar 0,8 persen per hari. Namun jika masyarakat menemukan ada bunga fintech lending melebihi ketetapan, diminta segera melaporkan kepada AFPI agar bisa diberikan sanksi.
 
"Maksimal 0,8 persen per hari itu sudah mencakup biaya proses, risiko, dan penagihan. Ini sudah disepakati dan masuk pedoman AFPI. Jadi kalau ada yang lebih dari itu bunganya, kita buka saluran pengaduan, adukan saja," ujar Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede usai mengisi diskusi di Centennial Tower Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Tumbur menuturkan setelah diadukan AFPI akan bertindak dengan memberikan peringatan. Jika tidak diindahkan, maka AFPI akan memberikan sanksi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sanksi di asosiasi ada empat level, itu ada teguran tertulis, kalau tidak digubris kita publikasikan kepada masyarakat dan OJK. Kalau tidak digubris juga kita nonaktifkan keanggotaan sementara. Kalau sudah begitu masih dihiraukan juga, terakhir kita nonaktifkan keanggotaan permanen," paparnya.
 
Tumbur melanjutkan asosiasi tengah mematangkan sistem untuk merespons pengaduan yang masuk dari nasabah. Sejauh ini, kata dia, tingkat pengaduan terhadap fintech lending ilegal cenderung menurun.
 
"Pengaduan yang masih banyak itu misal nasabah mau mengajukan restrukturisasi utang, tapi responsnya belum ada atau terlambat. Kemudian penagihan yang kurang pantas," terangnya.
 
Saat ini, lanjut Tumbur, AFPI bekerja sama dengan OJK membuat sistem integrasi penilaian kredit nasabah.Sistem integrasi ini diharapkan dapat menekan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
 
"Jadi fintech P2P bisa lihat, ada yang mengajukan kredit bisa langsung dicek apakah pelanggan ini pernah terlambat bayar sebelumnya. Apakah peminjam sudah ada pinjam di platform lain atau nggak. Jadi enggak ada lagi cerita orang bisa pinjem sampai 40 platform sekaligus," urainya.
 
Untuk sistem integrasi ini, kata Tumbur, sedang dalam proses. Jika tidak ada hambatan, Tumbur memproyeksikan sistem bisa efektif beroperasi mulai Agustus 2019.
 
"Sekarang sedang jalan, proses integrasi jalan bulan ini batch 1, kita migrasikan data. Kemudian Juni batch 2, batch 3 Juli, kemudian setelah itu kita akan test kestabilan. Kalau tidak ada masalah Agustus sudah bisa dimulai," pungkasnya.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif