Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. MI/Adam Dwi.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. MI/Adam Dwi.

Bappenas Fokus di Penguatan Petrokimia

Ekonomi bappenas
Nia Deviyana • 13 Februari 2019 19:07
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan fokus pada penguatan petrokimia yang menjadi hulu untuk mengurangi bahan impor. Hal ini sejalan dengan rencana Bappenas untuk menggenjot industri tekstil guna mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2020.
 
"Dari hulunya berarti harus ada penguatan di petrokimia sehingga bisa mengurangi kebutuhan impor bahan baku tekstil," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai mengisi diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Februari 2019.
 
Tekstil menjadi salah satu dari lima sektor industri prioritas dalam implementasi Making Indonesia 4.0. Adapun empat sektor lainnya yakni makanan dan minuman, otomotif, elektronik, dan kimia. Sektor-sektor ini, menyumbang 65 persen PDB manufaktur dan 60 persen pekerja manufaktur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal senada dikatakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang optimistis kinerja lima sektor industri ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.
 
"Sesuai asprirasi Making Indonesia 4.0, diharapkan pertumbuhan PDB bertambah 1-2 persen. Jadi, kalau saat ini rata-rata 5 persen bisa menjadi 6-7 persen. Kemudian, dengan capaian itu, penciptaan lapangan kerja naik 30 persen, dan kontribusi industri di angka 25 persen," papar dia, belum lama ini.
 
Oleh karena itu, lanjut Airlangga, pihaknya terus fokus untuk meningkatkan daya saing lima sektor industri tersebut. Misalnya, untuk industri tekstil dan pakaian, akan menuju produsen pakaian fungsional seperti baju olahraga yang berkembang di pasar ekspor. Selanjutnya, target industri makanan dan minuman bakal menjadi kekuatan manufaktur besar di tingkat Asean.
 
"Sedangkan bagi industri otomotif, kita bisa menjadi pemain terkemuka dalam ekspor kendaraan listrik. Untuk industri kimia, kita punya potensi menjadi pemain terkemuka di industri biokimia. Serta, di industri elektronik, kita akan mengoptimalkan kemampuan pelaku industri domestik,” ungkapnya.
 
Menperin menyebutkan, beberapa langah strategis yang tengah dijalankan dalam upaya pengembangan industri manufaktur nasional, antara lain mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa pengurangan penghasilan kena pajak di atas 100 persen atau super deductible tax. Insentif ini diberikan bagi industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi dan mengembangkan inovasi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif