Berinvestasi untuk Masa Depan
Ilustrasi (Foto: Medcom.id)
Jakarta: Setelah memiliki dana simpanan untuk keadaan darurat, seseorang dapat mulai melakukan investasi untuk kebutuhan keuangan di masa depan. Kata kunci utama dari investasi adalah jangka waktu panjang. Umumnya, orang yang berinvestasi mengharapkan dana yang diinvestasikan kembali dan mendapatkan keuntungan setelah jangka waktu kira-kira 3-5 tahun.

Mengapa demikian? Jika dilihat dari tren, contohnya berinvestasi di pasar modal, naik turunnya harga memang tidak dapat benar-benar diprediksi. Namun, dalam jangka waktu tahunan, nilai saham, obligasi, dan reksa dana cenderung meningkat. Hal semacam ini tentu perlu diperhatikan dan dipahami oleh investor.

Mengutip laman sikapikeuangan milik OJK, di Jakarta, Sabtu, 23 Juni 2018, berinvestasi tidak hanya dapat dilakukan melalui berbagai produk dari pasar modal. Seseorang juga dapat berinvestasi pada kepemilikan emas, atau bahkan properti yang marjin keuntungannya baru terakumulasi cukup besar jika telah dimiliki bertahun-tahun.


Sumber: OJK

Oleh karena itu, sebaiknya seseorang menentukan tujuan keuangan sebelum berinvestasi sehingga uang yang ditempatkan pada instrumen investasi tidak akan dicairkan sebelum waktu yang cukup panjang. Contohnya investasi untuk mendanai biaya pendidikan anak.



Adapun langkah yang dapat dilakukan terkait investasi yakni pertama, tentukan tujuan keuangan yang ingin diraih setelah beberapa tahun ke depan, misalnya, untuk tiga, lima, hingga 10 tahun mendatang. Kedua, ukur kapasitas untuk berkomitmen menyisihkan uang untuk investasi yang tentunya selain uang tabungan.

Ketiga, seseorang bisa memulai berinvestasi dengan mencari instrumen investasi yang rendah risiko. Artinya nilainya tidak terlalu fluktuatif. Apabila seseorang berinvestasi di pasar modal, maka dapat membeli obligasi atau reksa dana pendapatan tetap yang memiliki risiko kecil dengan kenaikan nilai yang tidak terlalu fluktuatif atau cenderung stabil.

Sementara itu, jika seseorang siap dengan risiko fluktuasi nilai yang tinggi dengan kemungkinan keuntungan yang lebih besar, maka dapat membeli saham, reksa dana saham, atau reksa dana campuran.

Kempat, seseorang dapat memulai investasi mulai dari Rp100 ribu. Saat ini, manajer investasi dan perusahaan sekuritas telah menawarkan produk reksa dana dengan harga terjangkau. Selain itu, terdapat pula perusahaan sekuritas yang menawarkan untuk memiliki saham dengan cara menabung.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id