Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, saat Seminar Nasional Mubes X Pemuda Pancasila, di Jakarta, Minggu 27 Oktober 2019.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, saat Seminar Nasional Mubes X Pemuda Pancasila, di Jakarta, Minggu 27 Oktober 2019.

Kemenkop Lirik Pemuda Pancasila di Program Koperasi

Ekonomi kementerian koperasi dan ukm
Medcom • 27 Oktober 2019 15:00
Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM melirik Pemuda Pancasila untuk menyukseskan program koperasi. Pemuda Pencasila dinilai memiliki anggota hingga tingkat desa.
 
Hal itu diungkapkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, saat Seminar Nasional Mubes X Pemuda Pancasila, di Jakarta, Minggu 27 Oktober 2019.
 
Rully mengatakan, pemerintah melalui terus menggalakkan program reformasi total koperasi sebagai strategi dalam membangun koperasi yang modern dan berkualitas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu langkah yang diambil melalui program tersebut yakni rehabilitasi berupa pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi melalui online database system (ODS) dan membekukan atau membubarkan koperasi yang tidak aktif.
 
Rully mengatakan, melalui langkah rehabilitasi, saat ini sebanyak 40.013 koperasi yang tidak aktif dan nakal dibubarkan dan sisanya masih dikaji.
 
“Sehingga dari jumlah koperasi pada tahun 2014 atau sebelum Program Reformasi Total Koperasi mencapai 212.570 unit, maka per tahun 2018 tinggal 138.140 unit usaha,” kata Rully.
 
Menurutnya, koperasi membutuhkan kerja sama dengan Pemuda Pancasila, dan langkah konkrit yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah melaksanakan MoU, baik di tingkat pusat sampai tingkat terkecil.
 
“Upaya ini untuk penguatan UKM di lingkungan NGO/ormas yang memiliki anggota hingga tingkat desa, dan Pemuda Pancasila menjadi salah satu ormas yang dilirik oleh Kementerian Koperasi dan UKM,” katanya.
 
Rully juga mengatakan, Program Reformasi Total Koperasi membawa perubahan paradigma dalam dunia koperasi Indonesia, yakni koperasi modern yang berkualitas serta berdaya saing tinggi, dengan jumlah anggota aktif yang terus meningkat.
 
“Program itu juga meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, setara dengan badan usaha. Hal itu dilakukan melalui regulasi yang kondusif, penguatan SDM, kelembagaan pembiayaan, pemasaran, dan kemajuan teknologi,” tuturnya.
 
Selain itu, lanjutnya, program itu juga mendorong meningkatnya lapangan pekerjaan yang berdampak pada menurunnya pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan ekonomi, yang akhirnya terwujudnya pemerataan kesejahteraan masyarakat.
 
"Di era kekinian, koperasi harus berbasis digital yang mampu memberikan kemudahan bagi generasi milenial untuk ikut serta dalam membangun koperasi di Indonesia,” pungkasnya.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif