Illustrasi. Dok : MI/Susanto.
Illustrasi. Dok : MI/Susanto.

BI: Jangan Menukar Uang di Pinggir Jalan

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 27 Mei 2019 16:37
Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi meminta masyarakat untuk tidak menukar uang pecahan kecil di pinggir jalan. Sebab, keamanan dan keaslian uang yang ditukarkan di pinggir jalan tidak dijamin.
 
"Kita mengimbau agar masyarakat menukar uang di tempat-tempat yang telah ditentukan di tempat-tempat resmi. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk masalah keamanan, keamanan dari perampokan, keamanan dari keaslian uang itu," ujar Rosmaya kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Selain itu, lanjutnya, masyarakat tak perlu membawa uang tunai saat hendak menukarkan uang pecahan kecil. Sebab di setiap titik penukaran uang telah disediakan mesin electronic data capture (EDC) untuk memudahkan masyarakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lagipula menukar di pinggir jalan harus melebihi dari apa yang ditukarkan, misal Rp100 ribu ditukar di atas itu. Itu tidak disarankan. Jadi Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk menukar uang di tempat-tempat resmi," tegas Rosmaya.
 
Setelah menukar uang, tambah Rosmaya, masyarakat diminta untuk menjaga dan merawat rupiah dengan metode '5J'. Di antaranya Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.
 
Selama Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia telah menyiapkan kebutuhan uang tunai sebanyak Rp217,1 triliun. Ada 4.941 titik penukarang uang pecahan kecil yang telah disebar bank sentral di seluruh Indonesia.
 
"Paket penukarannya maksimal Rp3,9 juta dengan segala jenis pecahan untuk mempercepat orang-orang untuk menukar. Ini supaya semua warga terlayani," pungkas Rosmaya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif