Cirebon Power. Medcom/Ahmad Rofahan.
Cirebon Power. Medcom/Ahmad Rofahan.

Cirebon Power Bidik 50% Tenaga Kerja Lokal di PLTU 2 Cirebon

Ekonomi investasi
Ahmad Rofahan • 16 Mei 2019 17:21
Cirebon: Cirebon Power berkomitmen mengoptimalkan potensi tenaga kerja lokal, dan menargetkan dapat menyerap warga Cirebon hingga 50 persen dari keseluruhan tenaga kerja dalam proyek pembangunan PLTU Cirebon Power unit 2.
 
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Cirebon Power, Hyundai Engineering & Construction (HDEC) dan Komite Rekruitmen Tenaga Kerja ASPAM (Astanajapura, Pangenan dan Mundu).
 
Dengan adanya kesepakatan tersebut, nantinya rekruitmen tenaga kerja akan dikoordinir melalui komite rekruitmen yang mewakili sembilan desa di sekitar pembangkit. Komite yang akan bekerja independen ini telah mulai dibentuk sejak beberapa waktu lalu, dikelola oleh perwakilan desa setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Presiden Direktur Cirebon Power, Joseph Pangalila mengatakan kesepakatan ini adalah inisiatif Cirebon Power dengan menggandeng Muspika 3 Kecamatan serta tokoh dan perwakilan masyarakat. Komite ini diharapkan dapat menyerap aspirasi warga, dan memanfaatkan secara maksimal potensi SDM masyarakat setempat. Joseph juga menekankan agar komite rekruitmen harus bekerja transparan dan adil.
 
"Semoga tidak ada keluhan dalam proses rekruitmen, jangan ada KKN dan lainnya. Hanya potensi terbaik dan kompeten yang didorong untuk bekerja." ujar Joseph seperti rilis yang diterima Medcom.id, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Joseph juga menambahkan bahwa Cirebon Power akan meminta seluruh perusahaan kontraktor dan sub kontraktor di proyek pembangkit berkapasitas 1.000 MW itu untuk memprioritaskan sumber daya lokal. Ia memprediksi pada saat puncak pengerjaan proyek akan membutuhkan tenaga kerja hingga 4.000 orang.
 
"Kalau semua bekerjasama dengan baik, semoga kita bisa mencapai komposisi 50 persen, yang berarti sekitar 2.000 tenaga kerja dari Cirebon," kata Joseph.
 
Apalagi, Joseph memandang, bahwa warga sekitar sudah memiliki pengalaman, pada proses pembangunan PLTU sebelumnya. Jika pada PLTU sebelumnya bisa merekrut sekitar 1600 tenaga kerja lokal, maka ia berharap, dalam pembangunan PLTU unit 2 ini, jumlah tenaga kerja lokal bisa bertambah.
 
Project Director Hyundai Engineering & Construction (HDEC) Lee Yun Seok siap menampung sebanyak-banyaknya tenaga kerja lokal. Namun tentunya, tenaga kerja tersebut akan dilihat sesuai dengan kebutuhan proyek.
 
Selain siap merekrut tenaga kerja lokal, Lee juga menyampaikan, bahwa pihaknya juga mendirikan pusat pelatihan untuk meningkatkan skill tenaga kerja lokal. Sehingga nantinya diharapkan, para pekerja lokal bisa lebih banyak yang terserap.
 
"Jumlahnya berapa yang akan kita serap, kita belum bisa hitung. Tapi sebanyak-banyaknya," katanya. Lee juga mengungkapkan cukup banyak posisi yang bisa diisi oleh tenaga kerja lokal sesuai dengan perkembangan proyek saat ini, misalnya welder, fitter, helper dan lainnya.
 
Ketua Komite Reruitmen Tenaga Kerja ASPAM (Astanajapura, Pangenan dan Mundu), Setiawan Bayu Nugroho, mengapresiasi penandatanganan kesepakatan ini. Menurutnya, pembentukan komite ini sudah mulai digagas dan didiskusikan beberapa waktu lalu.
 
"Alhamdulillah, hari ini sudah ada penandatanganan kesepakatannya," ujarnya.
 
Bayu optimis pembentukan komite yang mewakili sembilan desa ini, bisa mengoptimalkan perekrutan tenaga kerja dari lokal. Ia juga memastikan, tidak ada orang luar yang terlibat dalam komite di setiap desanya.
 
"Komite ini hanya diisi oleh perwakilan dari lembaga di desanya, dan ditunjuk resmi oleh Kuwu," ujarnya.
 
Bayu juga berharap dengan adanya komite dan kesepakatan ini, tidak ada lagi calo-calo tenaga kerja yang merugikan masyarakat. Ia memastikan, bahwa proses rekruitmen yang dilakukan oleh komite tenaga kerja, semuanya tidak dipungut biaya.
 
"Kalau orang lain (calo), mungkin ada biayanya. Tapi kalau dari komite tenaga kerja, semuanya gratis," tegasnya.
 
Saat ini perkembangan proyek pembangkit berteknologi ultra super critical itu telah mencapai 47 persen secara keseluruhan dan akan mulai beroperasi pada Februari 2022.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif