Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.

Pengelolaan Bisnis Dekopin Bakal Lebih Modern

Ekonomi koperasi
Ilham wibowo • 16 Januari 2020 16:19
Jakarta: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) berencana mengubah konsep pengelolaan yang modern di kepengurusan periode 2019-2024. Langkah transformasi dilakukan untuk menghadapi dinamika perubahan dalam memanfaatkan teknologi yang makin cepat berkembang.
 
Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan perubahan yang dinamis ini juga bakal mempengaruhi sektor ekonomi dan mesti segera disikapi dengan strategi bisnis modern. Peran generasi milenial juga akan turut mempercepat perubahan yang perannya perlu dimaksimalkan di sektor pengelolaan Koperasi.
 
"Di era saat ini perubahan menjadi kebutuhan untuk menjaga perkembangan dan keberlangsungan bisnis," kata Nurdin saat mengumumkan pengurus baru Dekopin periode 2019-2024, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nurdin, dampak revolusi industri 4.0 juga bakal mengubah secara sistematik pada tatanan pemerintahan dan pelaku usaha. Dekopin pun dinilai perlu berubah menghadapi tantangan gerakan koperasi yang belum memberikan kinerja bisnis yang optimal.
 
"Saya mengajak seluruh pelaku koperasi untuk fokus membangun bisnis, melakukan modernisasi manajemen usaha dan memperkuat jaringan usaha serta melakukan perubahan tata kelola koperasi berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan," ungkapnya.
 
Pada dekade terakhir pertumbuhan koperasi didominasi oleh sektor simpan pinjam dan koperasi di sektor riil yang tidak berkembang menghadapi persaingan usaha. Koperasi produksi yang belum berkembang tersebut disinyalir lantaran kendala lemahnya sisi permodalan, teknologi, distribusi dan pasar.
 
Kualitas sumber daya manusia di gerakan koperasi juga masih tertinggal di banding pelaku usaha lain. Hal ini ditambah bisnis koperasi masih belum dikelola sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Nurdin menambahkan pihaknya bakal fokus mengurangi kelemahan Dekopin yang menghadapi tantangan sulit dalam menerima eksistensi pemuda koperasi dan pemikiran baru atas perubahan dan percepatan. Strategi yang dilakukan yakni membangun pertumbuhan dengan memperkuat sektor riil agar koperasi mempunyai nilai tambah dan daya saing di tingkat lokal dan global.
 
"Strategi kedua mempercepat perubahan tata kelola organisasi dan bisnis melalui modernisasi manajemen koperasi dengan membangun kultur bisnis dan organisasi yang modern serta fokus pada bisnis tanpa ingkar pada prinsip sebagai jatidirinya," paparnya.
 
Dekopin juga bakal mendekati sektor bisnis dalam pengembangan produk maupun jasa yang digemari kaum milenial. Perubahan tersebut bakal dilakukan dengan mengelola jaringan yang kuat di tiap daerah.
 
"Gerakan Koperasi mempunyai kebutuhan dan tuntutan dalam membangun citra baru Dekopin dan citra baru koperasi sebagai pelaku bisnis yang unggul," kata Nurdin.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif