Menteri BUMN Rini Soemarno (MI/PANCA SYURKANI)
Menteri BUMN Rini Soemarno (MI/PANCA SYURKANI)

Rini Minta Gaji Karyawan BUMN Tak Telat Dibayar

Ekonomi bumn kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 01 Maret 2019 07:18
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan pada para direksi perusahaan pelat merah agar memerhatikan kesejahteraan para karyawan. Hal itu menjadi penting karena berkaitan erat dengan kinerja para karyawan guna memajukan perusahaan BUMN Indonesia di masa mendatang.
 
Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan pesan tersebut disampaikan Rini dihadapan sekitar 1.650 direksi dan komisaris BUMN dalam rapat koordinasi 2019. Imam mengatakan salah satu yang Rini minta agar gaji dan hak karyawan diberikan tepat waktu.
 
"Ibu berpesan ke depan enggak ada lagi karyawan BUMN yang gainya telat bayar, apalagi yang gajinya enggak dibayar," kata Imam, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam menyampaikan hal ini ditujukan untuk seluruh BUMN, tidak ada pengecualian. Dia bilang pesan Rini tidak hanya dimaksudkan untuk Direksi PT Pos Indonesia ataupun PT Merpati Nusantara Airlines.
 
Untuk diketahui, kedua perusahaan tersebut memang tengah menghadapi masalah. PT Pos Indonesia didemo oleh karyawannya lantaran tidak membayarkan kewajiban tepat waktu. Para karyawan pun meminta Rini untuk mengganti manajemen perusahaan.
 
Sementara untuk Merpati sudah tidak beroperasi dalam kurun waktu yang sangat lama lantaran merugi. Kewajiban karyawan pun hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dibereskan.
 
"Ya bukan (hanya PT Pos), termasuk Merpati juga. Jadi kita harus berusaha untuk menghidupkan sesama, membesarkan sesama," jelas Imam.
 
Sementara itu, dalam rapat koordinasi tersebut Rini memberikan arahan pada perusahaan negara di masa mendatang. Rini meminta BUMN harus saling bersinergi. Hal itu dianggap Rini penting karena sekarang ini persaingan sudah semakin sengit dan membutuhkan upaya yang lebih maksimal untuk tumbuh.
 
"Saya menekankan kita mencapai cukup banyak, tapi tujuan pertemuan ini bukan kemudian kita berbesar hati atau berbangga,. Tapi bagaimana ini melecut kita untuk bisa melompat lebih jauh lagi," kata Rini.
 
Rini menjelaskan kompetisi di masa mendatang akan semakin berat. Oleh karenanya, dia menekankan, pentingnya meningkatkan sinergi antar sesama BUMN. Ia bilang skema holding menjadi sebuah keharusan untuk menghadapi persaingan ke depan.
 
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini mengatakan skema holding bisa menciptakan efisiensi serta penguatan keuangan bagi perusahaan. Misalnya terkait skema holding karya yang diyakini bisa memaksimalkan pertumbuhan sektor infrastruktur Indonesia.
 
Rini mengatakan dalam waktu empat tahun terakhir konektivitas makin membaik sejalan dengan dibangunnya berbagai infrastruktur fisik seperti jalan tol, jalur kereta api, perluasan bandara, pelabuhan dan sebagainya.
 
Namun demikian, dia bilang, masih banyak yang harus diperbaiki kedepannya agar bisa berkompetisi. Oleh karenanya, Rini menekankan, BUMN harus menyiapkan diri untuk menyongsong persaingan tersebut.
 
"Ini bisa tercapai kalau infrastruktur semuanya tersiapkan, tidak ada investor mau masuk ke Indonesia, mau membawa modalnya, memberikan teknologinya kalau listriknya enggak siap, jalannya enggak jelas, dan pelabuhannya tidak siap. Nah ini semua kita siapkan," pungkas Rini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif