Ilustrasi gedung Bulog. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi gedung Bulog. (FOTO: Medcom.id)

Bulog Didorong Berperan sebagai Badan Pangan Nasional

Ekonomi bulog
12 November 2018 12:57
Jakarta: Perum Bulog didorong agar dapat ditambahkan wewenangnya sebagai lembaga Badan Pangan Nasional yang dinilai akan dapat memperkuat tingkat ketahanan pangan di Nusantara.
 
"Kami akan mendorong Bulog menjadi Badan Pangan Nasional, sehingga Bulog benar-benar memiliki kekuatan yang penuh," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin, 12 November 2018.
 
Untuk itu, ujar dia, pihaknya juga akan mendorong pemerintah agar segera membentuk Badan Pangan Nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus PKB itu berpendapat, Badan Pangan Nasional memperkuat posisi Bulog karena dapat memiliki akurasi data dan menjadi lembaga yang mempunyai akses penuh terkait dengan stok, distribusi, dan stabilitas harga.
 
"Kita ingin mengoreksi kesalahan fatal kita pada saat 1998 kita memenuhi Letter of Intent (LOI), sehingga Bulog diperlemah," ucapnya.
 
Selain itu, ia juga mendesak agar pemerintah juga harus memiliki data akurat yang dapat menjadi acuan dalam pengambilan sikap dan keputusan terkait masalah pangan nasional.
 
Karena itu, Daniel juga menegaskan agar seluruh kementerian dan lembaga harus mendukung agar data BPS bisa menjadi rujukan data semua pihak secara resmi, baik pemerintah maupun masyarakat.
 
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi sebelumnya mengatakan dua calon presiden harus dapat fokus dalam program terkait ketahanan pangan yang sekarang juga menjadi sorotan di tingkat global.
 
"Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden adalah mengenai ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang dimaksud adalah keadaan pangan tersedia mencukupi untuk memenuhi kebutuhan setiap orang," kata Hizkia Respatiadi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Hizkia menyambut peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirayakan setiap 16 Oktober, menyatakan ketahanan pangan sangat berkaitan erat dengan ketersediaan pangan, stabilitas pangan, dan juga aksesibilitas atau keterjangkauan oleh masyarakat.
 
Ketiga hal inilah, lanjutnya, harus fokus dibenahi para capres dan cawapres dalam program mereka terkait pangan. Selain itu, untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah sebaiknya tidak lagi menjadikan swasembada pangan sebagai tujuan utama pembangunan sektor
pertanian Indonesia.
 
"Para capres dan cawapres sebaiknya fokus pada ketersediaan komoditas pangan yang berkualitas baik dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Selama komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam jumlah yang memadai, maka harganya akan stabil. Hal ini juga akan memengaruhi angka inflasi yang selama ini sering disumbangkan oleh tinggi harga kebutuhan pangan," ujar Hizkia.
 
Penyediaan pangan, lanjutnya, kini tidak hanya soal memenuhi kebutuhan masyarakat saja, namun juga termasuk bagaimana menyediakan pangan yang bergizi untuk warga.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif