Menteri BUMN Rini Soemarno saat berada di Universitas Riau. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri BUMN Rini Soemarno saat berada di Universitas Riau. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Menteri Rini Pamer Kinerja BUMN di Kampus Unri

Ekonomi pertamina kementerian bumn
Ilham wibowo • 19 Maret 2019 10:38
Pekanbaru: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengajak ribuan mahasiswa Universitas Riau (Riau) untuk ikut ambil bagian membangun negeri. Masa depan negara juga ditentukan oleh semangat para pemuda yang terdidik.
 
"Presiden Joko Widodo menekankan BUMN harus jadi perusahaan milik negara yang kuat, lincah dan mampu bermain di pasar global," ujar Rini di Kampus Unri Gobah, Pekanbaru, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Rini memaparkan tugas BUMN saat ini dikelola secara profesional agar berkelanjutan. Seluruh anak bangsa terbuka untuk bisa bergabung di perusahaan BUMN yang tersebar di berbagai daerah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Milik negara berarti milik rakyat Indonesia karena itu anak-anak sekalian harus semangat, BUMN lompatan meniti karier ke depan," ungkapnya.
 
Rini menyampaikan seluruh perusahaan BUMN di masa mendatang perlu semakin berkembang besar dan sehat. Keuntungan besar yang didapat pun semata-mata untuk kemajuan pembangunan Tanah Air.
 
"Presiden Jokowi juga menekankan BUMN agar bisa besar dan sehat, bagaimana harus lebih bagus dan untung banyak supaya bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia," tuturnya.
 
Dalam kesempatan itu, Rini juga memaparkan capaian kinerja keuangan perusahaan BUMN. Selama empat tahun terakhir kondisi BUMN semakin kuat dan kokoh. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kinerja yang positif.
 
Sampai 31 Desember 2018 total aset BUMN telah menembus angka Rp8.092 triliun. Angka itu naik signifikan dari capaian 2015 lalu sebesar Rp5.760 triliun.
 
Adapun laba BUMN tumbuh menjadi Rp188 triliun dari sebelumnya Rp150 triliun pada 2015. Kontribusi BUMN terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun melonjak menjadi Rp422 triliun atau naik Rp119 triliun dari 2015 sebesar Rp303 triliun.
 
"Lebih awal mencapai target satu tahun. Kita bersyukur, kita harus berfungsi sebagai agen pembangunan program di desa maupun di kampus," ucapnya.
 
Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur juga terlihat dari capex BUMN pada 2018 mencapai Rp487 triliun. Nilai itu meningkat dari 2015 sebesar Rp221 triliun dengan tetap didominasi sektor infrastruktur.
 
"Kami berharap masyarakat luas mengetahui BUMN milik kita bersama. Perusahaan BUMN makin besar makin sehat," kata Rini.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif