Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Dana Desa Boleh Digunakan untuk Atasi Stunting

Ekonomi dana desa stunting
Nia Deviyana • 09 Februari 2019 10:39
Jakarta: Dana desa bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan stunting. Isu kesehatan ini menjadi salah satu permasalahan pokok dari tidak optimalnya pembangunan sumber daya manusia.
 
"Permendes membolehkan dana desa dipakai untuk mengatasi stunting karena ini adalah hulu dari pembangunan SDM. Kalau kita tidak perhatian dengan masalah ini, itu ruginya 20 tahun kemudian," jelas Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan isu-isuu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) Denni Puspa Purbasariusai mengisi diskusi di Hotel Aloft, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019.
 
Ia menjelaskan dana desa tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, melainkan bisa dikelola sesuai kebutuhan warga desa setempat seperti membangun sekolah Pendidikan Usia Dini (Paud), mengaktifkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta memberikan honor kepada kader Posyandu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengimbau seluruh pejabat daerah untuk memanfaatkan anggaran demi kesejahteraan rakyat. Peringatan ini seiring dengan meningkatnya transfer dana dari pusat ke daerah.
 
Pada 2019 pemerintah pusat mengalokasikan dana transfer ke daerah dan dana desa yang lebih besar yaitu sebesar Rp826,8 triliun, meningkat dibandingkan 2018 sebesar Rp763,6 triliun.
 
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp756,8 triliun merupakan transfer ke daerah yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan yang lainnya. Sementara Rp70 triliun merupakan dana desa.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi