Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.

Kemenperin: Anggaran Investasi SDM Paling Besar

Ekonomi kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 22 Januari 2019 17:09
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan langkah strategis penyerapan anggaran 2019 untuk memaksimalkan terget kinerja. Realisasi pencapaian diproyeksikan meningkat dari 2018 yang mencapai 92,27 persen.
 
Pembukaan Kick-off Pelaksanaan Anggaran Kemenperin 2019 diresmikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar didampingi Kepala Biro Keuangan Fauzi Saberan bersama Inspektur Jenderal Kemenperin Setyo Wasisto di Jakarta, 21 Januari 2019.
 
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara sekalian atas kerja keras dan dedikasi untuk Kemenperin, sehingga kita bisa menjalankan program di tahun kemarin dengan hasil yang cukup membanggakan,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar melalui keterangan resmi, Selasa, 22 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan Kemenperin memperoleh alokasi pagu anggaran pada 2019 sebesar Rp3,59 triliun dengan pagu efektif Rp2,16 triliun. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri menempati porsi anggaran tertinggi sebesar Rp1,79 triliun atau 50 persen.
 
“Porsi terbesar anggaran Kemenperin diberikan untuk pengembangan SDM industri yang jadi salah satu program prioritas Kemenperin di 2019,” ucapnya.
 
Adapun rincian porsi alokasi lainnya yakni, Sekretariat Jenderal Rp241,69 miliar (6 persen), Direktorat Jenderal Industri Agro Rp111,64 miliar (3 persen), Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Rp126,74 miliar (3 persen), Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Rp123,08 miliar (3 persen), serta Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Rp379,82 miliar (10 persen).
 
Kemudian alokasi anggaran untuk Inspektorat Jenderal Rp45,45 miliar (1 persen), Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Rp655,48 miliar (18 persen), serta Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional sebesar Rp119,38 miliar (3 persen).
 
Guna mencapai target penyerapan anggaran, Kemenperin menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja pelaksanaan anggaran. Kepala Biro Keuangan Kemenperin Fauzi Saberan menyebutkan, langkah strategis itu meliputi percepatan pengadaan barang/jasa, yaitu dengan memastikan spesifikasi teknis lengkap seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB), Term of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kerja, dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
 
Selanjutnya, memanfaatkan e-procurement dan e-katalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan memasukan rincian pengadaan ke dalam aplikasi SiRUP. Penetapan pejabat perbedaharaan juga merupakan langkah strategis yang harus segera dilakukan.
 
“Kemudian ini yang harus kita segerakan juga adalah pencairan blokir atau kegiatan mendapatkan tanda bintang,” tutur Fauzi.
 
Pelaksanaan anggaran Kemenperin tahun 2019 ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 195/PMK.05/2018 tentang aturan tata cara Monitoring dan Evaluasi Anggaran Belanja Kementerian/Lembaga. Predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK atas audit Laporan Keuangan yang telah diraih secara berturut-turut selama 10 tahun sejak 2008 bakal dipertahankan.
 
"Ke depan, Kemenperin harus dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi serta capaian kinerja yang lebih baik,” pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi