Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Prediksi Rupiah, BI Lebih Optimistis Ketimbang Pemerintah

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
Eko Nordiansyah • 28 Februari 2019 19:21
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupiah bisa berada di bawah Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi bank sentral memandang nilai tukar rupiah saat ini masih terlalu murah (undervalue) dibandingkan yang seharusnya.
 
"Kurs kemudian dari Rp14.500 per USD sekarang alhamdulillah Rp14.000 per USD, dan kemudian ini juga bisa di bawah Rp14.000," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Dirinya menambahkan, nilai tukar sejauh ini masih dalam kondisi yang stabil. Bahkan BI meyakini rupiah bisa terus menguat, didukung oleh sejumlah kondisi dalam negeri seperti aliran modal asing masuk (capital inflow) yang sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2018, total aliran modal asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp13 triliun. Dana asing terutama masuk melalui surat berharga negara (SBN) sebesar Rp20,1 triliun, sementara di pasar saham tahun lalu terjadi outflow mencapai Rp6,5 triliun.
 
"Tahun ini hampir Rp45 triliun aliran modal asing dalam SBN, saham. Itu hampir tiga kali dari 2018. Faktor lain konisi fundamental baik dan pasar valas semakin berkembang tidak hanya swap, tetapi juga domestic non deliverable forward (DNDF)," jelas dia.
 
Sayangnya, rupiah justru mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini. Pelemahan rupiah yang dibarengi dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi karena ketidakpastian perang dagang antara AS dengan Tiongkok.
 
Melansir Bloomberg, mata uang rupiah pada hari ini melemah sebesar 39,5 poin dengan berada pada Rp14.069 per USD. Yahoo Indonesia melansir mata uang rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 67 poin dengan berada pada Rp14.067 per USD.
 
Sementara berdasarkan kurs tengah BI mencatat bahwa mata uang rupiah berada pada Rp14.062 per USD. Rupiah melemah jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang berada pada Rp14.004 per USD.
 
Target Pemerintah
 
Sebelumnya pemerintah menargetkan mata uang rupiah lebih stabil di tengah tantangan global. Pada 2019 rupiah diproyeksikan berada pada level Rp14.400 per USD.
 
"Pemerintah menyadari bahwa di 2019 masih banyak faktor yang akan menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas dan pergerakan nilai tukar rupiah," kata Presiden Joko Widodo dalam Pidato RAPBN 2019 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.
 
Dirinya menambahkan tantangan global datang dari faktor dinamika ekonomi negara maju, termasuk normalisasi kebijakan moneter di AS)dan Eropa, serta perkembangan ekonomi Tiongkok.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif