Pemerintah Targetkan Trans Mentawai Rampung 2019
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom/Desi A.
Jakarta: Pemerintah memastikan seluruh progres pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat rampung pada 2019. Termasuk pembangunan jalan Trans Mentawai sepanjang 250,70 kilometer (km) serta pembangunan dua pelabuhan.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan Trans Mentawai berikut pelabuhan akan menunjang objek wisata di pulau eksotis yang berada di samping Sumatera Barat tersebut.

"Kita mengsinkronkan infrastruktur pembangunan infrastruktur di Sumbar karena ada pelabuhan yang sebaiknya disambung dengan jalan," kata Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Menurutnya potensi pariwisata di Pulau Mentawai mesti didukung oleh infrastruktur yang memadai agar memberikan kemudahan akses bagi para wisatawan. Karenanya, Trans Mentawai dibangun dengan menghubungkan empat pulau kecil seperti Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.

Total panjang Trans Mentawai yang akan dibangun di Pulau Siberut 187,2 kilometer (km), Pulau Sipora 77 km, Pagai Utara 63 km, dan Pagai Selatan 66 km.

"Kemudian turis destinasion mandeh. Kemudian siberut. Kemudian untuk selancar dunia jadi bagus untuk menunjang pariwisata di sana," imbuh dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan untuk percepatan pembangunan Trans Mentawai, pemerintah akan melibatkan bantuan personel TNI.

Basuki bilang pelibatan TNI bukanlah hal baru mengingat pembangunan Trans Papua dan pengerjaan jalan di daerah perbatasan Kalimantan selama ini didukung penuh oleh TNI.

"Kita akan terjunkan TNI dan ini buka jalan baru. Kayak di perbatasan Kalimantan dan Papua," jelas Basuki.

Selain Trans Mentawai, pemerintah juga membangun jalan sepanjang 37 km yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Tanah Datar. Pembangunan jalan tersebut juga ditargetkan rampung pada 2019.

"Kemudian jalan di kawasan Mandeh sudah kita kerjakan kemudian kawasan wisata. Kemudian ada lagi Solok Selatan dan mereka sudah melaporkan soal progres rehabilitasi 1.000 rumah gadang," pungkas dia.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id