Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)

Perlu Regulasi Dukung Asuransi Digital

Ekonomi asuransi ekonomi digital
12 November 2018 08:29
Jakarta: Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 menyebutkan literasi untuk asuransi umum masih cukup rendah sebesar 12,8 persen. Ini lebih kecil jika dibandingkan dengan bidang jasa keuangan meliputi bank dan leasing yang mencapai angka 67,8 persen.
 
Karena itu, perusahaan asuransi umum membutuhkan inovasi untuk dapat bertahan dan bersaing memperluas pangsa pasar di era kemajuan teknologi sekarang. Salah satu inovasi tersebut, perusahaan asuransi mulai berlomba-lomba membuat produk berbasis digital.
 
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe menilai perlu ada regulasi yang mengatur secara jelas tentang asuransi digital. Aturan tersebut diharapkan mampu mendukung perusahaan asuransi untuk terus mengembangkan produk berbasis digital yang mudah dijangkau.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data asosiasi, saat ini 65 persen perusahaan asuransi umum sudah memiliki media pemasaran digital minimal website. Sekitar 45 persen perusahaan asuransi umum bekerja sama dengan sedikitnya satu agregator dalam memasarkan produk. Lantas sebanyak 65 persen perusahaan asuransi umum memiliki proses back end terintegrasi dalam proses bisnis mereka.
 
"Menjual produk asuransi yang dituntut ialah harus sesuai dengan kebutuhan dan lifestyle. Tapi bagaimanapun, produk asuransi digital yang akan makin berkembang pesat nanti tidak menghilangkan produk asuransi konvensional," tegas Dody.
 
Di antara perusahaan asuransi yang membuat produk berbasis digital, yaitu PT Asuransi Astra Buana dengan meluncurkan happyone.id sebagai e-commerce platform atau situs penjualan berbagai jenis asuransi. Cukup mengakses happyone.id, para konsumen dapat langsung memilih serta menikmati produk asuransi sesuai kebutuhan.
 
Peluang
 
CEO Asuransi Astra Rudy Chen mengatakan bahwa meskipun tidak ada yang dapat memastikan perkembangan pangsa pasar digital ke depan, peluang untuk menggaet konsumen dengan menciptakan produk asuransi berbasis digital akan makin lebar. Apalagi, Indonesia ditunjang dengan bonus demografi yang berimbas pada jumlah generasi milenial yang kian mendominasi. Pengguna internet dan sosial media aktif juga ditaksir bakal terus meningkat seiring perubahan gaya hidup yang serbainstan dan cepat.
 
"Yang jelas kami harus menciptakan produk yang gampang diakses. Setelah buka di mal, terus kami coba mengembangkan aplikasi biar makin terjangkau. Jadi yang mau klaim, bisa auto klaim lewat aplikasi," ujar Rudy saat acara media gathering di Bali, akhir pekan lalu.
 
Selain happyone.id, Asuransi Astra mengembangkan layanan Chatbot Garxia (Garda Experience Intelligent Assisstant). Garxia melayani pembelian asuransi kendaraan secara langsung dan dapat diakses melalui aplikasi Garda Mobile Otocare versi terbaru.
 
Dikembangkan sendiri secara in-house, Garxia akan mendampingi calon pelanggan dalam menjawab beberapa pertanyaan maupun keluhan. Di samping itu, aplikasi Otocare sengaja dihadirkan untuk pembelian asuransi kendaraan Astra.
 
"Digital journey kami sudah dimulai sejak 2015. Harapannya produk digital dapat berkontribusi sebesar lima persen dari total premi," cetus Rudy. (Media Indonesia)
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif