BI Waspadai Gejolak Harga saat Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi. (FOTO: MI/Adi)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mewaspadai gejolak harga saat libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pasalnya hingga pekan pertama Desember 2018, perkembangan harga secara nasional mulai mengalami kenaikan.

Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral di pekan pertama Desember 2018, terjadi inflasi 0,3 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan ketimbang catatan perkembangan harga pada November 2018 dengan inflasi sebesar 0,27 persen.

Kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, perayaan serta libur Natal dan Tahun Baru menjadi saat-saat yang mendebarkan. Sebab kedua momen itu membuat masyarakat lebih banyak mengeluarkan uang untuk belanja dan berlibur.

"Memang ini penting sekali karena ini mendekati akhir tahun bagi nonmuslim dan juga mendekati Natal. Biasanya memang belanja mendekati akhir tahun juga lebih banyak," ujar Mirza di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.

Perayaan dan libur saat Natal serta Tahun Baru merupakan momen dengan aktivitas ekonomi yang menggeliat. Hal tersebut membuat bank sentral bersama dengan pemerintah pusat dan daerah perlu menjaga laju inflasi agar tidak mengalami gejolak.

"Maka memang kita perlu menjaga inflasi barang-barang makanan supaya inflasi bisa rendah," tegas Mirza.

Di sisi lain, Mirza berharap laju inflasi hingga pekan terakhir Desember 2018 bisa terkendali di level 0,3 persen. Hal tersebut agar inflasi sepanjang tahun bisa berada di level 2,81 persen atau sesuai target pemerintah.

"Kalau bisa dijaga di 0,3 persen, maka kita akan memiliki inflasi di bawah tiga persen. Berarti kita bagus sekali bisa menjaga inflasi di bawah tiga persen tahun ini," tukasnya.

Menurutnya, inflasi yang terjaga menjadi salah satu acuan otoritas untuk mengendalikan suku bunga acuan atau BI-7 days repo rate.

"Jadi kalau inflasi bisa terjaga, faktor yang mempengaruhi suku bunga kita bisa kendalikan. Paling tidak kalau kita bisa mengendalikan inflasi, salah satu faktor penting yang menentukan suku bunga ya sudah bisa kita tekan," tutup dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id