Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Menperin Bantah Pengangguran Level SMK Kegagalan Program

Ekonomi kementerian perindustrian Pendidikan Vokasi
Ilham wibowo • 06 November 2018 11:47
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membantah tingginya pengangguran terutama lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lantaran kegagalan program pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kehadiran tenaga kerja di level ini bakal terserap penuh setelah efektivitas program berjalan penuh dan merata.
 
Program reformasi sistem pendidikan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM ini masih menjadi fokus pemerintah. Akselerasi peningkatan kompetensi SDM industri dilakukan melalui pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK.
 
"Program vokasi SMK kita baru bekerja dua tahun dan belum semua SMK masuk program yang baru ini," ujar Airlangga ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka 5,34%
 
Ketersediaan SDM kompeten ini tak bisa dilakukan secara instan dalam memenuhi harapan peningkatan produktivitas dan daya saing industri. Namun demikian, Airlangga memastikan kebutuhan tenaga kerja industri masih tinggi tetapi dengan tuntutan keterampilan yang semakin spesifik.
 
"Program baru ini perlu fasilitas peralatan, dan itu baru ada di anggaran 2019, jadi enggak bisa begitu program jalan instan satu hari berhasil," ungkapnya.
 
Airlangga optimistis program peningkatan SDM ini bisa menuai hasil di masa mendatang dengan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri. Ribuan SMK baik negeri maupun swasta telah terlibat dengan kolaborasi bersama ratusan pelaku industri swasta.
 
Baca: Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur
 
"Program link and match ini kan perlu waktu. Pendidikan SMK juga kan tiga tahun, program ini baru dua tahun yang lalu berjalan jadi belum ada lulusannya," tandasnya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis keadaan ketenagakerjaan Indonesia yang dihitung selama bulan Agustus 2017 hingga Agustus 2018. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat mencapai 5,34 persen.
 
Berdasarkan pendidikan, TPT untuk SMK masih mendominasi di antara pendidikan lain yaitu 11,24 persen. TPT berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen. Sementara tingkat pengangguran sebesar 2,43 persen berasal dari penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif