Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

BI: Rupiah Tergilas Ketidakpastian Global dan Permintaan Valas

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 16 Mei 2019 16:37
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengakui nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir mengalami penurunan cukup dalam. Bahkan banyak analis yang memperkirakan mata uang rupiah akan terus tergilas hingga menyentuh level Rp14.500 per USD.
 
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, pelemahan nilai tukar rupiah pada awal Mei 2019 dipengaruhi dampak ketidakpastian global serta pola musiman peningkatan permintaan valuta asing (valas). Padahal pada April 2019 rupiah perkasa.
 
"Nilai tukar rupiah pada 15 Mei 2019 tercatat melemah 1,45 persen secara point to point dibandingkan dengan level akhir April 2019 dan 1,36 persen secara rerata dibandingkan rerata April 2019," ujar Perry dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan lebih lanjut, nilai tukar rupiah yang melemah pada Mei 2019 tidak terlepas dari pengaruh sentimen global terkait eskalasi perang dagang. Hal tersebut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
 
"Selain itu, pola musiman peningkatan permintaan valas untuk kebutuhan pembayaran dividen nonresiden turut memengaruhi pelemahan rupiah," tambahnya.
 
Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga sejalan dengan prospek Neraca Pembayaran Indonesia 2019 yang membaik.
 
"Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas," tutup Perry.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif