Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Kemendag Luncurkan Sistem Informasi Harga Barang Pokok

Ekonomi bahan pokok kementerian perdagangan
25 Maret 2019 06:57
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan sistem informasi harga barang pokok sebagai bentuk implementasi ekonomi digital dalam kegiatan perdagangan dalam negeri.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan peluncuran aplikasi informasi perdagangan itu untuk menyediakan data yang valid, akurat, tepercaya, dan dapat terpublikasi luas kepada masyarakat.
 
"Sistem informasi ini menyediakan fitur info pangan yang menampilkan harga bahan pokok secara nasional, provinsi, kabupaten/kota, pasar, hingga pedagang," ujar Enggartiasto melalui keterangan resminya, akhir pekan ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, setiap keterangan di fitur akan diisi pemerintah daerah di tiap wilayah dan disinergikan secara nasional. Selain fitur info pangan, terdapat beberapa fitur lainnya, yakni kuliner, event, berita, dan lapor.
 
"Khusus fitur 'lapor', masyarakat dapat memberikan masukan kondisi ketersediaan dan harga di tiap wilayah, bahkan bisa melaporkan kinerja pelayanan publik pemerintah kota/kabupaten setempat," tutur dia.
 
Beberapa waktu laluPresiden Joko Widodo memastikan harga pangan tetap stabil terutama untuk komoditas beras karena akan segera memasuki masa panen bulan depan.
 
Hal tersebut disampaikan Jokowi usai menyambangi pasar tradisional di Pasar Minggu serta Pasar Modern Bintaro Jaya, Jumat, 22 Februari 2019. Blusukan Jokowi tersebut tidak lain untuk mengecek harga barang-barang kebutuhan pokok.
 
"Ini mulai awal Maret mulai panen. Nanti mungkin pertengahan sampai April panen raya. Harga itu bukan hanya naik, turun pun juga harus dikendalikan. Keseimbangan itu yang sulit," kata Jokowi, Jumat, 22 Februari 2019.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan menjaga keseimbangan harga antara petani dengan konsumen tidaklah mudah. Jika harganya terlalu murah, petani akan merugi, sebaliknya jika terlalu mahal maka masyarakat yang akan berteriak.

 
Jokowi mengaku sudah mendapat laporan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman soal panen bulan depan. Dari laporan itu diprediksi jika hasil panen kali ini lebih baik.
 
"Sehingga kita harus jaga karena di stok Bulog ini sekarang juga masih banyak. Tapi stok memang untuk cadangan strategis bencana, kalau gagal panen ada hama. Di petani sendiri ini sebentar lagi panen raya," ujar dia. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif