BI Waspadai Tiga Komoditas Penyumbang Inflasi saat Lebaran

Pythag Kurniati 20 Mei 2018 13:54 WIB
bank indonesia
BI Waspadai Tiga Komoditas Penyumbang Inflasi saat Lebaran
Ilustrasi Bank Indonesia (BI) MI/Usman Iskandar.
Solo: Bank Indonesia (BI) Solo mewaspadai tiga komoditas yang tercatat menjadi penyumbang inflasi. Tiga komoditas ini diketahui terus menyumbangkan angka inflasi saat lebaran sejak 2015 hingga 2017.

"Pertama, tarif angkutan udara, kemudian tarif angkutan antarkota dan daging ayam ras," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, di Solo, Minggu, 20 Mei 2018.

Berdasarkan data BI Solo, inflasi pada saat Lebaran 2015 tercatat sebesar 0,96 persen. Kemudian pada periode yang sama di 2016, angka inflasi turun menjadi 0,62 persen.

Sedangkan pada Lebaran 2017, inflasi kembali naik di angka 0,87 persen. Selama tiga tahun berturut-turut, tiga komoditas tersebut terus berperan menyumbang inflasi.

Terhadap tiga komoditas itu, Bandoe menambahkan BI terus bersikap waspada dan melakukan sejumlah upaya. "Kami berpikir bagaimana tiga komoditas penyumbang inflasi ini bisa dijinakkan," imbuhnya.

Mengenai komponen tarif angkutan udara, ia mengatakan, sebenarnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tarif batas atas dan batas bawah. Begitu pula dengan tarif angkutan antarkota.

Guna mengendalikan tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota, Bandoe memastikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan dinas-dinas terkait. Bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TPID akan melakukan sidak memantau tarif angkutan udara dan angkutan antarkota.

"Jadi kita akan pantau, sidak tidak hanya di pasar namun juga ke terminal-terminal dan tempat penjualan tiket untuk memastikan," ujarnya.

TPID bersama dengan Pemerintah Kota Surakarta pun menggelar ngobrol asyik (ngobras) bareng distributor sebagai upaya pengendalian inflasi saat Lebaran. "Distributor semua dikumpulkan agar mereka berperan serta dalam pengendalian inflasi," tutur Bandoe.

Bandoe mengimbau masyarakat Kota Solo melakukan pembelian sewajarnya dan tidak melakukan panic buying. Hal ini, kata dia, juga dapat berpengaruh pada angka inflasi.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id