Mengering, Petani Jual Tanah Sawah
Illustrasi MI/Ramdani.
Cilacap: Akibat musim kemarau berkepanjangan, sebagian areal sawah di Cilacap dan  Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekeringan. Sehingga sejumlah  petani menjual tanah sawah yang mengering tersebut.

Salah seorang petani di Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Cilacap,  Warkum, 53, mengatakan karena sawah di lokasi setempat merupakan tadah  hujan, maka setelah panen pada Juli lalu, sawahnya sengaja dibiarkan.

"Mereka  bakal menggarap tanah kembali pada saat musim penghujan tiba. Karena  saat ini, tanah sawah mengering dan tidak ada pengairan masuk ke sini, makanya dibiarkan. Daripada dibiarkan, lebih baik tanahnya dijual," kata Warkum dikutip dari Media Indonesia, Mingu, 19 Agustus 2018. 

Harganya Rp110 ribu per truk, kata Warkum, akhir pekan lalu.  Petani lainnya, Sartam, 47, menambahkan dengan digalinya tanah sawah,  maka petani berharap nantinya air akan lebih banyak masuk sawah milik  mereka.

"Kalau tanahnya digali, maka sawah akan kembali lebih dalam, sehingga mampu menampung air lebih banyak," ujarnya.

Tidak hanya petani di Cilacap yang menjual tanah kering sawah, tetapi  juga petani di Banyumas. Di Jatilawang, misalnya, sejumlah petani juga  meminta kepada mereka yang membutuhkan tanah untuk menggalinya.

"Saya tidak meminta uang. Karena saya minta mereka menggali tanah milik saya. Malah kadang saya memberi makan kepada mereka yang menggali. Kalau  seperti ini, yang butuh saya, maka tanahnya digratiskan. Nantinya, saya  mendapat keuntungan pada saat menggarap tanah sewaktu musim tanam. Salah  satunya adalah tercukupinya kebutuhan air, karena sawah lebih dalam," kata petani di Jatilawang Kasim, 53.

Namun demikian, ada juga petani yang menjual tanah sawah miliknya dan  dijual dengan harga Rp100 ribu setiap truk. "Ada yang menawar tanah  kering di sawah dan saya berikan. Harganya Rp100 ribu per truk. Tidak  masalah, karena saat sekarang sawah juga tidak dapat ditanami akibat  kekeringan," kata Sutiman, 43, petanid Rawalo, Banyumas




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id