Ilustrasi lingkungan hidup. Foto: dok MI/Andri.
Ilustrasi lingkungan hidup. Foto: dok MI/Andri.

Petrokimia Gresik Kejar Target Proper Emas 2022

Ekonomi pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 15 November 2019 15:38
Jakarta: Perusahaan agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan menggandeng beberapa pihak. Hal ini juga menjadi upaya perusahaan dalam pencapaian predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
Salah satu kerja samanya dilakukan dengan menggandeng Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM). Kerja sama ini berkaitan dengan penanaman vegetasi secara intensif pada lahan industri di Petrokimia Gresik.
 
Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan tanaman dan vegetasi di lahan industri dapat berfungsi sebagai 'paru-paru' yang pada proses fotosintesisnya akan menyerap karbondioksida (CO2) dan merubahnya menjadi oksigen (O2). Sehingga mampu mengurangi polusi udara, membuat udara lebih bersih, menurunkan suhu sekitar, meredam kebisingan pabrik, hingga menjadikan lanskap industri lebih teratur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan kualitas lingkungan di perusahaan industri manufaktur seperti Petrokimia Gresik menjadi sangat penting, apalagi keberadaan perusahaan memiliki luas lahan lebih dari 500 hektare dan berdampingan langsung dengan pemukiman warga," ujar Rahmad dalam keterangan resminya, Jumat, 15 November 2019.
 
Rahmad berharap upaya Petrokimia Gresik ini dapat menjadi modal untuk mencapai Proper Emas di 2022. Untuk meraih Proper Emas, perusahaan harus mendapat predikat Proper Hijau tiga kali berturut-turut terlebih dahulu.
 
"Pencapaian proper adalah salah satu bukti keberhasilan perusahaan dalam mengelola lingkungan sekitar. Karenanya, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan kualitas lingkungan di sekitar perusahaan sebagai upaya tumbuh dan berkembang bersama masyarakat," imbuhnya.
 
Sementara itu, penunjukan Fakultas Kehutanan UGM sebagai mitra dalam kerja sama ini karena dinilai telah memiliki portofolio yang mumpuni dalam membantu sejumlah industri meningkatkan kualitas lingkungannya.
 
Kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM ini diharapkan dapat menjadi contoh model riset bersama antara industri dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan penyerapan teknologi yang dihasilkan akademisi di Indonesia, sekaligus memperkaya riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan industri.
 
"Kerja sama ini memiliki manfaat ganda. Selain untuk menjaga kualitas lingkungan di Petrokimia Gresik guna mendukung capaian Proper Hijau, kerja sama ini juga menjadi wadah penyerapan teknologi dari riset perguruan tinggi, sehingga memotivasi para akademisi untuk memperkaya riset sebagai solusi kebutuhan industri," tutup Rahmad.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif