Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Dua Kiri). Foto: Antara/Irfan Anshori
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Dua Kiri). Foto: Antara/Irfan Anshori

Eks Mentan Amran Berniat Pulang Kampung ke Sulsel

Ekonomi
Ilham wibowo • 25 Oktober 2019 18:36
Jakarta: Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku bakal langsung pulang kampung usai menyerahkan jabatannya. Pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini berencana mengembangkan unit usahanya di Tiran Group.
 
"Setelah tidak jadi Mentan kembali menjadi pengusaha di seluruh wilayah Indonesia dan luar Indonesia," kata Amran usai Sertijab di kantornya Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Posisi Amran sebagai Mentan kini telah digantikan Syahrul Yasin Limpo yang telah resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk kabinet Indonesia Maju. Amran mengaku bakal terus mengabdi kepada bangsa sebagai warga negara biasa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami pamit langsung pulang kampung, berbakti dari pinggiran," tuturnya.
 
Dalam sambutan perpisahan bersama pejabat di Kementan, Amran juga berpesan agar tak melupakan dirinya. Ia siap juga memberikan masukan kepada Syahrul yang dianggap sebagai seniornya.
 
"Terima kasih saudaraku, sahabatku, kapapun panggil saya. Aku loyal tanpa batas. Junior saja bisa guncang indonesia apalagi seniornya," kata Amran.
 
Adapun Amran diangkat menjadi Menteri Pertanian peride pertama Presiden Jokowi pada 27 Oktober 2014. Sebelum menjadi menteri, ia telah menelan asam garam di dunia bisnis dan perdagangan selama 15 tahun.
 
Amran dikenal sebagai pengusaha di bidang pertanian dan agrikultural. Sejak usia muda, dia berhasil mendirikan perusahaan sendiri lalu kemudian berkembang menjadi grup besar yakni Tiran Group.
 
Tiran Group ini memiliki banyak unit usaha khususnya di bidang pertanian dan pertambangan seperti tambang nikel, emas, perkebunan sawit, SPBU, distributor semen, pestisida hingga unilever. Lewat usahanya itu, Amran mendapatkan omzet Rp500 miliar per tahun, angka itu belum termasuk asetnya yang mencapai Rp 1 triliun.
 
Ayah empat anak ini telah mengantongi surat izin tetap pestisida Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian pada 2011 lalu. Kemudian surat izin tetap pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian tahun 2012, surat izin tetap pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian tahun 2012, dan Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri Kehakiman tahun 2014.
 
Dia berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Hasanuddin pada 2012. Selain itu, pernah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 dan Penghargaan FKPTPI Award 2011 di Bali.
 

 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif