Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Survei: Generasi Milenial Motor Penggerak Ekonomi Digital

Ekonomi ekonomi digital
Nia Deviyana • 09 Juli 2019 18:50
Jakarta: Generasi milenial menjadi salah satu penggerak ekonomi digital terbesar di lndonesia. Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian berjudul "Perilaku dan Preferensi Konsumen Milenial lndonesia terhadap Aplikasi E-Commerce 2019" yang diselenggarakan perusahaan riset asal Indonesia, Alvara Research Center.
 
Penelitian tersebut bertujuan mengetahui kebiasaan dan perilaku konsumen milenial dalam menggunakan mobile e-commerce application,baik buatan Indonesia maupun asing. Parameter yang diukur adalah brand awareness, perilaku dan kebiasaan konsumen, serta tingkat kepuasan pelanggan.
 
"Kelompok milenial Indonesia merupakan digital natives karena 98,2 persen telah memakai smartphone untuk mengakses internet. Mereka memiliki intensitas penggunaan smartphone yang tinggi hingga enam jam per hari untuk menjalankan aktivitas chatting dan messaging, jejaring sosial, hingga pembelian layanan jasa dan barang secara online," ujar CEO dan Founder Alvara Research Hasanuddin Ali dalam diskusi di Hotel Four Point, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Go-Jek, perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia, menguasai tiga dari lima kategori mobile e-commerce yang paling diminati para milenial yaitu transportasi, pesan antar makanan, dan pembayaran. Sementara Traveloka memimpin di kategori pemesanan hotel dan tiket. Namun, untuk kategori aplikasi belanja (shopping application) masih dikuasai oleh pemain asing.
 
"Momentum di mana para milenial lebih memilih aplikasi e-commerce buatan Indonesia harus dijaga supaya Indonesia bisa menjadi pemain utama di era ekonomi digital, tidak hanya menjadi pasar. Apalagi, berbagai outlook ekonomi menyebutkan bahwa potensi transaksi e-commerce di Indonesia sangat besar," paparnya.
 
Berdasar proyeksi 2020, transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai USD130 miliar, naik tajam dibandingkan 2016 dan 2013 yang sebesar USD20 miliar dan USD8 miliar. Hassanudin menilai, e-commerce Indonesia merupakan unicorn yang mempermudah aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
 
"Indonesia merupakan penyumbang empat unicorn dan berada di peringkat ke-7 di dunia. mengalahkan negara maju seperti Prancis, Swiss, dan Israel. Bahkan Go-Jek tembus menjadi decacorn dengan valuasi di atas USD10 miliar. Dengan mencetak unicorn, Indonesia mulai bergerak dari hanya sekadar pasar menjadi pemain utama di ekonomi digital sehingga kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," pungkasnya.
 
Penelitian dilakukan Alvara melalui survei tatap muka dengan metode cluster random sampling terhadap 1.204 responden di Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado yang dilakukan dari minggu pertama April sampai dengan minggu kedua Juni 2019, meliputi tahap pengambilan data lapangan (survei tatap muka), analisa data dan penulisan laporan. Nilai margin of error penelitian berada di kisaran 2,89 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif