Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Sepekan Bervariasi, Emas Antam Sempat Sentuh Rp806 Ribu/Gram

Ekonomi harga emas antam
Angga Bratadharma • 11 Januari 2020 09:31
Jakarta: Pekan ini harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bervariasi sejalan dengan kondisi geopolitik yang sedang tidak menentu terutama akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Emas Antam sempat melejit ke posisi Rp806 ribu per gram atau melonjak Rp15 ribu per gram dari hari sebelumnya di posisi Rp791 ribu per gram.
 
Mengutip data Logam Mulia Antam, Sabtu, 11 Januari 2020, emas Antam di awal pekan tercatat sebesar Rp790 ribu per gram. Kemudian pada Selasa, 7 Januari, terekam naik tipis sebesar Rp1.000 menjadi 791 ribu per gram. Lalu, pada Rabu, 8 Januari 2020, emas Antam melonjak tajam sebesar Rp15 ribu menjadi sebesar Rp806 ribu per gram.
 
Pada Rabu, 8 Januari, tepat saat konflik AS dan Iran memuncak. Hal itu diawali oleh kelakukan AS yang membunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani. Pembunuhan itu yang akhirnya membuat Iran geram dan berjanji akan melakukan pembalasan terhadap AS. Bahkan, Iran menjanjikan hadiah besar bagi kepala Presiden AS Donald Trump.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepekan Bervariasi, Emas Antam Sempat Sentuh Rp806 Ribu/Gram
Sumber: Logam Mulia Antam
 
Namun, pada Kamis, 9 Januari, harga emas Antam turun tajam menjadi Rp789 ribu per gram. Jika ditelisik lebih lanjut, ternyata para investor mulai tenang lantaran ketegangan antara AS dengan Iran mulai mereda. Lalu pada Jumat, 10 Januari, emas Antam kembali melemah dan berada di harga Rp784 ribu per gram atau turun Rp5.000 dibandingkan hari sebelumnya.
 
Sementara itu, harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange rebound pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didorong oleh pembelian safe-haven di tengah kekhawatiran tentang data pekerjaan bulanan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari bertambah USD5,8 atau 0,37 persen menjadi USD1.560,1 per ons. Selain itu, harga emas batangan juga didukung oleh greenback yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,1 persen menjadi 97,3.
 
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pengusaha AS memberi tambahan 145 ribu pekerjaan pada Desember, turun dari revisi 256 ribu pada November, dan tingkat pengangguran tetap di 3,5 persen. Diharapkan kondisi ini kian membaik dan nantinya mendukung laju perekonomian AS di masa mendatang.
 
Emas biasanya bergerak berlawanan arah terhadap dolar AS. Jika dolar jatuh, emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak naik sebanyak 16,9 sen atau 0,94 persen menjadi USD18,105 per ons. Sementara platinum bertambah sebanyak USD14 atau 1,44 persen menjadi USD986 per ons.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif