KKP Bidik Lombok Barat Bebas Stunting 2024. FOTO: dok KKP.
KKP Bidik Lombok Barat Bebas Stunting 2024. FOTO: dok KKP.

KKP Bidik Lombok Barat Bebas Stunting 2024

Ekonomi kelautan dan perikanan stunting
Husen Miftahudin • 20 September 2019 12:25
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan (PDSPKP) menargetkan Kabupaten Lombok Barat bebas dari masalah stunting pada 2024. Untuk itu, KKP gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
 
Direktur Pemasaran PDSPKP Machmud menjelaskan kampanye Gemarikan dilaksanakan untuk penanganan dan intervensi terhadap stunting berupa kegiatan edukasi tentang manfaat mengonsumsi ikan bagi tumbuh kembang anak dan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
 
"Data KKP menunjukkan bahwa konsumsi ikan di Lombok Barat relatif masih kecil yaitu hanya sebesar 25,49 kg per kapita di 2018. Sedangkan angka konsumsi ikan Provinsi NTB di tahun yang sama sudah mencapai 46,02 kg per kapita. Lombok Barat masih harus terus memacu peningkatan konsumsi ikannya," tegas Machmud dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Bupati Lombok Barat Sumiatun menyampaikan kasus stunting di Lombok Barat mengalami penurunan. Pada 2017 kasus stunting di Lombok Barat mencapai 49,8 persen, kemudian turun menjadi 25,2 persen pada 2019.
 
"Penanganan stunting di 2018 di 10 lokasi, kami perluas menjadi 21 lokasi pada 2019. Target Lombok Barat bebas stunting 2024," ungkap dia.
 
Menurut Sumiatun, upaya penanganan stunting ini harus dilakukan dengan menginstruksikan kepala desa/lurah dan camat untuk menyediakan menu ikan di acara keagamaan, mengadakan lomba masak serba ikan tingkat desa dan kecamatan, serta mewajibkan sekolah-sekolah mengadakan kegiatan makan bersama menu ikan minimal satu kali dalam seminggu.
 
Sementara Ketua Forikan Provinsi NTB Niken Saptarini mengatakan stunting di wilayah NTB masih terdapat di 10 kabupaten/kota. Lombok Barat menempati urutan ke-3 setelah Lombok Timur dan Dompu.
 
"Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan stunting yaitu dengan mengadakan edukasi di Posyandu (kelas ibu, kelas gizi, dan kelas balita), pemberian makan ikan kepada anak sekolah satu kali per minggu, dan menetapkan wajib makan ikan satu hari dalam satu minggu," jelasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif