Ilustrasi (MI/Aries Munandar)
Ilustrasi (MI/Aries Munandar)

Terkendala Cuaca, Pemerintah Kejar Target Peremajaan Sawit

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit
Eko Nordiansyah • 07 Agustus 2019 06:02
Jakarta: Pemerintah mempertimbangkan faktor cuaca sebelum memberikan rekomendasi teknis (rekomtek) untuk peremajaan lahan sawit. Pasalnya perkiraan kemarau yang lebih panjang akan memengaruhi kesiapan untuk melakukan peremajaan.
 
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi menyebutkan, musim kemarau akan lebih lama sekitar 20 hari. Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan juga diprediksi mundur menjadi sekitar Oktober.
 
"Masa tanamnya kapan berdasarkan prediksinya itu. Kapan mulai musim hujannya. Kalau diprediksi Oktober, musim hujannya, mulai tanam juga mundur," kata dia, ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, saat ini Kementan sudah memberikan rekomtek atas 20 ribu hektare (ha) lahan sawit dari target 200 ribu ha. Pemerintah akan menggandeng surveyor guna membantu mempercepat proses pemberian izin rekomtek oleh Kementan.
 
"Nanti dengan lembaga-lembaga survei juga kita libatkan supaya mempercepat proses rekomtek dan juga replantingnya. Itu saja tadi, yang penting hubungannya tadi prediksi iklim sama kapan bisa dimulai dengan sawitnya, kapan mulai replanting," jelas dia.
 
Menurutnya rekomtek juga akan diberikan dengan mempertimbangkan luas lahan untuk peremajaannya. Rencananya pemerintah akan memulai lebih awal proses replanting sawit di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
 
Sementara itu, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestomi menjelaskan, surveyor penting untuk mempercepat rekomtek. Menurutnya, pemerintah bisa melibatkan surveyor baik BUMN ataupun swasta.
 
"Dia (surveyor) yang menyiapkan rekomendasi teknisnya jadi kekurangan apa mereka yang perlu diperbaiki. Jadi membantu Direktorat Jenderal (Perkebunan) untuk mempercepat rekomendasi teknis. Jadi ada dinas di daerah," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif