Illustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Illustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Bea Masuk Impor Pangan akan Lebih Tinggi di Musim Panen

Ekonomi pangan
Eko Nordiansyah • 03 September 2019 15:39
Jakarta: Pemerintah berencana mengatur bea masuk impor untuk produk pangan di musim panen. Rencananya pemerintah bakal mengenakan bea masuk yang lebih tinggi atas produk impor dari luar negeri saat produksi dalam negeri berlebihan karena musim panen.
 
"Nanti kita perhatikan terkait tarifnya atau bea masuk. Ya kurang lebih seperti itu (tarif lebih tinggi saat panen)," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2019.
 
Adapun beberapa produk pangan yang akan dikenakan adalah produk holtikultura, produk hewan dan turunannya. Saat ini rata-rata bea masuk impor yang dikenakan atas produk tersebut sebesar lima persen tanpa pengecualian waktu tertentu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Prihasto enggan bicara lebih jauh mengenai berapa bea masuk yang bakal dikenakan saat panen. Rencananya Kementan bakal membahas usulan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ini secara internal.
 
"Nanti akan dibahas lagi. Tadi ada saran-saran dari Pak Menko (Darmin). Tapi nanti yang menjelaskan baiknya Pak Menko saja. Jadi, tadi ada saran dari Pak Menko yang akan kita bahas," jelas dia.
 
Rencana ini juga sebagai respon pemerintah atas gugatan Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru di WTO. Pasalnya Indonesia dianggap menerapkan hambatan impor (restriktif) untuk produk hortikultura, hewan dan produk hewan di periode tertentu.
 
Dengan aturan ini, Kementan berharap produk petani dan peternak Indonesia bisa tetap diserap pasar karena pembatasan impor. Namun rencana ini masih harus menunggu usulan kementerian terkait, untuk kemudian besaran tarifnya diusulkan kepada menteri keuangan (menkeu).
 
"Itu pasti, artinya ketika petani kita panen sedang banyak daging atau itu tarif bisa naik. Ini harus dibuatnya bagaimana. Dari Kemendag berikan masukan bahwa itu nanti diusulkan ke menkeu," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif