Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: dok MI)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: dok MI)

Seruan Keras Mendag Enggar di G20

Ekonomi ekonomi digital
Ilham wibowo • 12 Juni 2019 13:10
Jakarta: Pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam pertemuan menteri perdagangan Negara-Negara G20 yang berlangsung di Tsukuba, Jepang, pada 8-9 Juni 2019. Pertukaran data digital secara global dan keamanan data privasi mendominasi pembicaraan.
 
"Kita soroti mengenai ada yang dengan kalimat agak keras yaitu deficit of trust dari multilateral trading system dan sikap kita sampaikan bahwa multilateral itu adalah sesuatu yang sudah kita sepakati," kata Enggar ditemui usai acara halalbihalal di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2019.
 
Beberapa tema besar yang dibahas dalam pertemuan antarmenteri dari 20 negara anggota G20 di antaranya Society 5.0, Human Centered Artificial Intellegence, Data Free Flow with Trust (DFFT), Government Innovation, Security, dan SDGs & Inclusion.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia dalam pertemuan tersebut mendukung Jepang selaku ketua pertemuan G20 terus mendorong peningkatan pemanfaatan ekonomi digital secara lebih luas karena dapat menghasilkan efisiensi hingga ratusan miliar dolar setiap tahunnya. Selanjutnya kepala negara diharapkan saling bernegosiasi menghadapi perkembangan global.
 
"Hubungan perdagangan antar beberapa negara yang semakin meningkat kita sampaikan untuk tidak diekskalasi, seharusnya kita turunkan tensi itu karena pada dasarnya kalau itu terus berjalan maka tidak ada satupun negara yang diuntungkan," ungkapnya.
 
Pemerintah Indonesia juga mengingatkan pemanfaatan ekonomi digital harus membawa dampak positif bagi perekonomian dan tidak menciptakan dominasi baru dalam perekonomian. Ekonomi digital juga harus dapat meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta tidak digunakan untuk mendominasi kelompok usaha tertentu agar tidak terjadi predator ekonomi.
 
"Jangan ini jadi predator ekonomi yang mebuat orang terhenyak dan akhirnya mereka terutama negara yang sedang berkembang berpenduduk banyak seperti India. Kita juga tidak mau membiarkan pada posisi seprti itu yang besar akan memakan yang kecil sehingga akan terjadi dominasi," paparnya.
 
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia menawarkan kepada anggota G20 untuk dibuat jangka waktu sebelum dibukanya akses lebih luas pertukaran maupun pemindahan data digital secara global untuk kepentingan ekonomi. Proposal balasan untuk merespons proposal Jepang mengenai DFFT tersebut akan segera disampaikan.
 
"Sekarang ini data sebagai aset, jadi kalau itu diambil semuanya maka akan kehilangan aset dan itulah concern dari negara-negara yang berpenduduk besar, saya dengan Menkominfo ambil peranan yang cukup karena member dari G20 dari ASEAN hanya Indonesia," tutupnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif