Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kemenperin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kemenperin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

UMKM RI Tak Boleh Dibuka untuk Investor Asing

Ekonomi umkm kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 02 Desember 2019 13:18
Jakarta: Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta agar tak masuk pada daftar kemudahan investasi rancangan aturan omnibus law. Kehadiran UMKM di Tanah Air yang dikelola masyarakat masih jadi penopang ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"UMKM harus diproteksi, saya setuju," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya saat menghadiri acara pameran produk Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) di Auditorium Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
Bahlil meminta hal tersebut bisa dijalankan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. Rancangan omnibus law yang terkait sektor UMKM pun perlu dicermati secara teliti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga titip untuk Ibu Dirjen bahwa jangan sampai UMKM itu dikeluarkan dari daftar yang harus dibuka, enggak boleh," ungkapnya.
 
Terkait hal ini, Bahlil bahkan telah meminta langsung kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk tidak memasukkan UMKM dalam omnibus law. Dampak negatif dinilai bisa langsung terjadi terutama pada lapangan pekerjaan bagi jutaan ibu-ibu yang mengandalkan pekerjaan sambilan.
 
"Saya kemarin ngomong sama Pak Airlangga sebagai mantan Menteri Pendustrian, ketika UMKM ini dibuka untuk asing bisa masuk maka kasihan, jangankan ibu-ibu, bapak-bapak akan menjadi persoalan besar karena pasti akan diganggu terus dalam pikirannya," tuturnya.
 
Sementara itu, Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih menyampaikan penguatan industri kecil dan menengah saat ini jadi strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia. Masa depan sektor IKM pun menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi baru dengan nilai yang sangat tinggi.
 
"Investor-investor nanti juga diajak untuk investasi di industri menengah saja, yang kecilnya enggak usah ya Pak Bahlil, yang kecilnya biar orang-orang Indonesia saja kalau boleh," kata Gati.
 
Gati optimistis industri fesyen, kerajinan, maupun makanan dan minuman mampu mengangkat potensi unggulan yang patut dibanggakan. Produk unggulan tersebut diharapkan bisa dapat terus diminati dan dikembangkan oleh para produsen lokal di Indonesia.
 
"Karena produsen dalam negeri sarat dengan kreativitas, inovasi yang dikuatkan dengan desain dan teknologi. Potensi besar tersebut tentunya harus terus dikelola dan dikembangkan sesuai dengan permintaan pasar sehingga mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang sangat besar," paparnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif