Fatriani saat melihat prodak yang di jual di internet saat dipotret Media Indonesia. MI/ANGGA YUNIAR.
Fatriani saat melihat prodak yang di jual di internet saat dipotret Media Indonesia. MI/ANGGA YUNIAR.

Saat Belanja, Konsumen Negara Berkembang Perhatikan Faktor Etika

Ekonomi belanja
Angga Bratadharma • 06 April 2015 12:44

medcom.id, Jakarta: MasterCard telah mengungkapkan bahwa para konsumen di negara berkembang di Asia Pasifik lebih cenderung memilih produk berdasarkan apakah produk tersebut dianggap memiliki tanggung jawab sosial dibandingkan dengan negara maju.

Secara keseluruhan, produk yang memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak (kepada merchant dan konsumen) merupakan hal yang paling menarik. Konsumen di negara berkembang lebih cenderung membeli produk dari merchant yang bersikap secara etis.

Ketika memilih tempat untuk melakukan pembelian, permasalahan etis yang terpenting bagi para pembeli adalah apakah merchant memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Hasil ini diperoleh dari interview yang dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2014, terhadap 500 orang berusia 18-64 tahun, di 14 negara.

"Orang-orang di negara berkembang semakin peduli terhadap dampak dari pertumbuhan yang cepat di lingkungan dan masyarakat. Tidak mengherankan bahwa mereka cenderung untuk berpikir mengenai supply chain dan faktor etika dari pedagang ketika memutuskan apa yang dibeli dan lokasi dimana melakukan pembelian," ujar Group Head, Communication, Asia/Pacific, Georgette Tan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Secara keseluruhan Indonesia (78,7 persen), China (73,8 persen), Malaysia (73,8 persen), dan Thailand (73,6 persen) paling cenderung mempertimbangkan sebuah produk apakah menguntungkan kedua belah pihak, ramah lingkungan atau mendonasi sebagian dari hasil untuk amal. Pembelian untuk produk yang memiliki tanggung jawab sosial paling rendah ada di Australia (29,2 persen) dan Selandia Baru (33,6 persen).

Lebih dari setengah (56,6 persen) pembeli di Asia Pasifik cenderung membeli sebuah produk dengan memperhatikan faktor etika. Di negara-negara yang disurvei sebanyak 64,0 persen produk yang dibeli berdasarkan prinsip fair trade, 58,8 persen membeli produk yang ramah lingkungan dan 47 persen membeli produk karena mendonasi sebagian dari penjualan mereka untuk tujuan yang baik.

Pembeli di Tiongkok (68,3 persen) paling cenderung membeli sebuah produk dari merchant ketika mereka mempertimbangkan bahwa itu etis, diikuti oleh Thailand (68 persen) dan Malaysia (64,3 persen).

Konsumen di Jepang (20,9 persen) paling rendah dalam mempertimbangkan apakah merchant berdagang secara etika ketika sedang berbelanja, diikuti dengan konsumen di Korea (28,8 persen) dan Hong Kong (29,9 persen). Permasalahan etika yang paling penting bagi para pembeli ketika memilih lokasi pembelian adalah apakah merchant memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan (46,5 persen).

Penemuan ini memberikan dukungan kepada inisiatif MasterCard’s Purchase with Purpose, yang melibatkan para pemegang kartu di dalam usaha perusahaan untuk memberikan kembali kepada komunitas dimana pun mereka menggunakan kartu MasterCard.


 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif