Barang Elektronik Tiongkok Membanjiri Indonesia
Tiongkok (AFP/Mark).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Tiongkok masih menjadi negara utama pengekspor barang ke Indonesia. Salah satu produk impor asal Tiongkok yang mengalami kenaikan adalah barang-barang elektronik.

"Impor Tiongkok itu banyak laptop dan notebook dari Tiongkok, itu salah satu yang utama," kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Dirinya menambahkan, impor dari Tiongkok mencapai 27,3 persen dari total impor yang masuk ke Indonesia. Di urutan kedua, ada Jepang dengan pangsa 11,64 persen, Thailand 6,89 persen, dan Uni Eropa 9,41 persen.

Pada Maret 2018, BPS mencatat impor Indonesia mencapai USD14,49 miliar dengan 83 persen merupakan impor non migas. Impor Maret 2018 naik 2,13 persen dibandingkan Februari 2018 dan naik 9,07 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sekitar 74,76 persen merupakan impor bahan baku, barang modalnya 16,94 persen dan konsumsi 8,30 persen. Kalau impor barang modal dan bahan baku bergerak tinggi, akan menggerakkan perekonomian di dalam negeri," jelas dia.

Secara kumulatif total impor sebesar USD43,98 miliar meningkat 20,12 persen, yang didominasi oleh kenaikan impor non migas sebesar 23,93 persen. Impor barang modal mengalami kenaikan paling tinggi disusul oleh impor konsumsi dan impor bahan baku.

"Selama Januari-Maret 2018 baik konsumsi, bahan baku, atau barang modal mengalami peningkatan impor. Tertinggi di barang modal naik 27,72 persen, bahan baku naik 18,35 persen dan barang konsumsi naik 22,08 persen," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id