JK Ingin Indonesia Cari Pasar Baru
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Antara/Saptono.
Jakarta: Amerika Serikat (AS) menabuh genderang perang dagang dengan memberlakukan bea masuk produk Tiongkok senilai USD34 miliar. Sebagi aksi balasan, pemerintah Tiongkok segera memberlakukan hal serupa.
 
Menanggapi ancaman tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai Indonesia perlu mencari pasar baru guna menghindari dampak tidak langsung berupa penurunan nilai ekspor. Pasalnya, Tiongkok merupakan salah satu tujuan ekspor komoditas terbesar bagi Indonesia.
 
"Kita harus mencari pasar baru," imbuh JK seusai menghadiri Sarasehan Nasional di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.
 
Sementara itu, dampak langsung yang dirasakan Indonesia berupa peninjauan ulang pemberian insentif berupa pemotongan bea masuk terhadap produk impor atau Generalized Sisytem of Preference (GSP).

Baca: Perang Dagang AS Bikin Produk Indonesia Tidak Kompetitif

Hingga saat ini, Indonesia masih memperoleh manfaat GSP AS dalam kategori A yang memberikan pemotongan tarif bea masuk di AS untuk 3.500 produk, termasuk sebagian produk agrikultur, produk tekstil, garmen, dan perkayuan.
 
"Sedang mempertimbangkan untuk mengevaluasi GSP, artinya memberikan keutamaan pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia," tuturnya.
 
Namun, pemerintah masih mempelajari dampak dan ancaman perang dagang terhadap Indonesia sebelum kebijakan khusus resmi dibentuk. "Masih kita pelajari," kata JK.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id