Di Tahun Terakhir, Jokowi-JK Butuh Rp300 Triliun untuk Bangun Infrastruktur

Suci Sedya Utami 30 April 2018 14:37 WIB
infrastruktur
Di Tahun Terakhir, Jokowi-JK Butuh Rp300 Triliun untuk Bangun Infrastruktur
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).
Jakarta: Pada 2019 menjadi tahun terakhir masa kepemimpinan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pemerintah mulai saat ini telah menyiapkan rancangan program kerja termasuk menghitung perkiraan pendanaan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan salah satu yang tengah dirancang yakni di bidang infrastruktur. Bambang mengatakan tahun depan untuk membangun infrastruktur perkiraan dana yang diperlukan sekitar Rp300 triliun.

"2019 total pembiayaan infrastruktur Rp300-an triliun. Kita belum ada anggarannya, jadi baru perkiraan awal," kata Bambang di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin, 30 April 2018.

Bambang mengatakan kebutuhan tersebut masih difinalisasi, termasuk juga sumber pendanaan itu berasal. Dia bilang, Presiden Jokowi pun berulangkali menegaskan agar tak hanya mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Oleh karenannya, dalam penyusunan anggaran infrastruktur 2019, dia menargetkan anggaran yang berasal dari PINA bisa mencapai Rp40 triliun. Angka tersebut rencanannya akan dialokasikan untuk proyek pembangkit listrik, proyek Bandara Kertajati tahap kedua, beberapa ruas jalan tol, dan proyek pembangunan kawasan wisata terpadu 10 Bali baru.

"Jadi itu kira-kira komposisi yang mudah-mudahan untuk 2019 bisa tercapai sekitar Rp40 triliun dari PINA," ujar Bambang.

Selain PINA, sumber pembiayaan lain yang direncanakan yakni kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebesar Rp14,5 triliun. Dia bilang rencananya akan dialokasikan untuk SPAM, perawatan jalan dan lain sebagainya.

"Jadi kita sekarang mengembangkan KPBU tidak hanya membuat jalan baru, tapi juga perawatan jalan terutama kita fokus di Pantai Timur Sumatera dan Pantura Pulau Jawa," jelas dia.

Adapun besaran anggaran infrastruktur dalam APBN 2018 diperkirakan mencapai Rp410,4 triliun yang terdiri dari infrastruktur ekonomi sebesar Rp396,5 triliun, infrastruktur sosial 
sebesar Rp8,9 triliun, dan dukungan infrastruktur sebesar Rp5,0 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan alokasinya dalam APBNP 2017.

Lebih tingginya anggaran infrastruktur dalam APBN 2018 tersebut, secara umum disebabkan antara lain oleh peningkatan alokasi pada K/L bidang infrastruktur, DAK bidang infrastruktur, 
dan investasi pemerintah untuk infrastruktur, khususnya terkait dengan pengadaan tanah melalui LMAN.

Dengan peningkatan anggaran infrastruktur tersebut, diharapkan target-target pembangunan infrastruktur, terutama yang berpengaruh langsung terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi, bisa terwujud.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360