Akhir Pekan, Emas Antam Bersinar di Rp658 Ribu/Gram
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat terpantau menguat sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp656 ribu per gram. Hari ini, harga emas berada di posisi Rp658 ribu per gram dan harga pembelian kembali berada di posisi Rp580 ribu per gram.

Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Jumat, 6 Juli 2018, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp621,5 ribu per gram atau setara dengan Rp6,21 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp617,4 ribu per gram atau setara dengan Rp15,43 juta.

Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp615,24 ribu per gram atau setara dengan Rp30,76 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp613,97 ribu per gram atau setara dengan Rp61,39 juta.

Sementara emas ukuran terbesar mendapatkan harga lebih murah. Untuk pembelian emas dengan ukuran sebesar 500 gram, harganya yaitu Rp612,2 ribu per gram atau setara dengan Rp306,10 juta. "Harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan," tulis manajemen dalam situs resmi Logam Mulia Antam.



Adapun harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 di 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Di sisi lain, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange terlihat kokoh atau menguat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena indeks dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah. Meski demikian, tetap ada risiko sejalan dengan masih hadirnya ketegangan perdagangan yang dilontarkan Amerika Serikat.

Sedangkan kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik sebanyak USD5,30 atau 0,42 persen menjadi ditutup pada USD1.258,80 per ons. Penguatan emas usai kemunduran terendah sejak Desember lalu berlanjut untuk sesi kedua berturut-turut setelah USD membalikkan kenaikannya yang kuat.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id