BNI Tidak Terburu-Buru Naikkan Suku Bunga Kredit dan Deposito

Annisa ayu artanti 30 Juni 2018 16:32 WIB
bni
BNI Tidak Terburu-Buru Naikkan Suku Bunga Kredit dan Deposito
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI) atau BNI menegaskan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga kredit dan deposito. Keputusan itu dilakukan meski Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 50 bps menjadi 5,25 persen.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan meski ada kenaikan BI 7 Days Reserve Repo Rate namun tidak serta merta BNI langsung menaikkan suku bunga deposito. Adapun perseroan akan melihat terlebih dahulu kondisi likuiditas sebelum dilakukan penyesuaian tingkat suku bunga deposito.

"Tapi yang pasti sih kita akan lakukan adjustment ke atas, pasti lah. Tapi berapa besarnya harus melihat kondisi likuiditas kita," kata Achmad Baiquni, ditemui saat halalbihalal Menteri BUMN, di Jakarta, Sabtu, 30 Juni 2018.

Sementara untuk suku bunga kredit, ia menyebutkan, belum tentu dilakukan penyesuaian meski tingkat suku bunga deposito disesuaikan sejalan dengan naiknya suku bunga acuan oleh BI. Pasalnya, BTN masih menjaga porsi dana murah dibandingkan dengan dana mahal.

"Jadi tergantung juga kondisinya. Tapi hampir dipastikan sih kita lakukan adjustment kalau tidak nasabah pindah ke tempat lain," pungkas dia.

 



(ABD)