Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. Foto : Medcom/Suci.
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. Foto : Medcom/Suci.

Erick Thohir Minta Restu Menkeu Satukan Dana Pensiun BUMN

Ekonomi bumn
Suci Sedya Utami • 08 Januari 2020 05:55
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin menyatukan pengelolaan dana pensiun para pegawai perusahan pelat merah. Saat ini dana pensiun masih dikelola di internal masing-masing perusahaan BUMN.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan untuk menyatukan pengelolaan seluruh dana pensiun membutuhkan persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Setelah Sri Mulyani memberikan persetujuan, barulah diajukan pada Presiden Joko Widodo.
 
"Harus minta persetujuan Menteri Keuangan. Kalau Bu Sri Mulyani oke, baru ke Pak Jokowi. Pak Jokowi akan putuskan disetujui atau enggak yang dilakukan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian Arya belum bisa memastikan bentuk dari penyatuan tersebut apakan nantinya akan mendirikan sebuah badan baru atau memakai badan yang sudah ada untuk mengelola atau dananya ditempatkan di sebuah bank tertentu. Hal tersebut akan sangat tergantung dari keputusan Menteri Keuangan.
 
Arya menjelaskan tujuan penyatuan tersebut supaya pengelolaannya dilakukan secara profesional sehingga bisa dikembangkan menjadi lebih besar. Selama ini, dana pensiun tersebut diinvestasikan untuk membuat rumah sakit, perumahan dan sebagainya. Ke depannya diharapkan bisa diinvestasikan ke instrumen yang bisa membuat dana tersebut berkembang.
 
Selain itu penggabungan dilakukan agar kementerian bisa mengawasi pengelolaannya. Selama ini kementerian tidak memiliki akses untuk mengawasi.
 
Lebih jauh ia menambahkan, ada banyak dana pensiun yang dikelola oleh masing-masing perusahaan BUMN. Namun demikian dirinya belum bisa menyebutkan besaran dana yang dikelola hingga saat ini.
 
"Belum didata, tapi sangat besar," jelas dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif