Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. MI/Rommy Pujianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. MI/Rommy Pujianto.

5 Provinsi Catat Inflasi di Atas 3,5%

Ekonomi inflasi
Desi Angriani • 25 Juli 2019 17:24
Jakarta: Pemerintah mencatat lima provinsi dengan tingkat inflasi di atas 3,5 persen sepanjang 2018. Provinsi tersebut ialah Kalimantan Utara (lima persen), Kalimantan Tengah (4,52 persen), Sulawesi Tengah (6,46 persen), Papua (5,42 persen) dan Papua Barat (5,21 persen).
 
Pada tingkat kabupaten/kota terdapat delapan wilayah yang berada di atas rata-rata nasional antara lain, Watampone sebesar 4,69 persen, Sorong 4,95 persen, Tarakan 5 persen, Merauke 5,42 persen, Sampit 6,02 persen, Manokrawi 6,02 persen, Palu 6,46 persen, dan Jayapura 6,7 persen.
 
"Untuk tingkat provinsi, terdapat lima provinsi yang berada di atas sasaran. Sedangkan, untuk tingkat kabupaten/kota, tercatat ada delapan kabupaten/kota yang berada di atas sasaran nasional dalam hal Indeks Harga Konsumen (IHK)," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun secara spasial masih terdapat beberapa daerah yang realisasi inflasinya di luar atau di atas sasaran inflasi nasional, secara keseluruhan inflasi tahun lalu masih terjaga dalam target pemerintah.
 
Realisasi inflasi pada empat tahun terakhir, kata Darmin berada di kisaran tiga persen dengan laju inflasi di 2018 sebesar 3,13 persen (yoy), dan inflasi di Juni 2019 sebesar 3,28 persen (yoy).
 
"Pencapaian tersebut masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5 persen dengan deviasi satu persen," imbuh dia.
 
Secara komponen pembentukannya, inflasi harga bergejolak, terutama pangan (volatile food) pada 2018 sebesar 3,39 persen(yoy), namun di Juni 2019 meningkat menjadi 4,91 persen (yoy).
 
Sementara, inflasi inti masih terjaga dengan laju inflasi sebesar 3,07 persen (yoy) pada 2018 dan 3,25 persen (yoy) pada Juni 2019. Sebaliknya, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) menunjukkan penurunan signifikan dari 3,36 persen (yoy) pada 2018 menjadi 1,89 persen (yoy) di Juni 2019.
 
Menurutnya realisasi inflasi yang terjaga tahun lalu tak terlepas dari berbagai upaya pemerintah pusat dan daerah, serta Bank Indonesia, melalui implementasi “Strategi 4K”, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
 
“Strategi 4K akan terus kami lanjutkan untuk menjaga capaian inflasi pada tahun ini dengan fokus utama kepada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” imbuh Darmin.
 
Darmin berharap pemerintah daerah (pemda) dapat mengoptimalkan infrastruktur yang telah dibangun, serta melakukan berbagai inovasi untuk mengendalikan inflasi. Contohnya dengan membangun jalan provinsi, kabupaten atau desa yang terkoneksi dengan jalan tol, sehingga pusat produksi dapat terhubung langsung ke pasar tujuan.
 
"Sebagai upaya lain yang dapat dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan, pemda pun harus mampu membangun pasar-pasar pengumpul, menyediakan transportasi barang, memanfaatkan platform e-commerce, dan menjalankan sistem pergudangan berbasis teknologi informasi (TI)," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif